Mega Bakar Semangat Pendukung ESP
"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...
Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita
"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...
Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera
SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..
Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...
Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...
Profil H.Eddy Santana Putra
Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.
Rabu, 05 Juni 2013
Tim ESP Win Temukan Dugaan Penggelembungan DPT di Lahat
Senin, 03 Juni 2013
Mega Bakar Semangat Pendukung ESP
PALEMBANG - Menendangkan lagu-lagu andalan dengan memetik senar gitar buntungnya, raja dangdut Rhoma Irama, menghentakkan ribuan warga Palembang yang memadati Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Minggu (2/6/2013). Bersama group Soneta, Rhoma tampil sebagai salah satu artis ibukota yang menghibur ribuan wong kito dalam kampanye akbar pilgub-wagub pasangan ESP-WIN.
Lagu-lagu berjudul Reformasi, Adu Domba, Perjuangan dan Doa, serta lagu lainnya, Rhoma yang dikenal seluruh lapisan masyarakat ini seakan-akan membius warga untuk berdendang dangdut. Ketika membawakan lagu dangdut berjudul 250 Juta Penduduk Indonesia, Bunga Haji tampak akrab menyapa ribuan pendukung ESP-WIN yang ikut bergoyang di bawah terik matahari.
"Ada Komering, ada Palembang...wong kito galo....," teriak Rhoma Irama bersama personil Soneta lainnya dengan gerakan goyang yang serentak.
Bahkan sebelum tampil menendangkan lagu, Rhoma Irama pun sempat izin dan menyapa kepada Megawati Soekarno Putri yang duduk di samping panggung artis. Eddy Santana Putra pun menyempatkan diri mengabadikan atau memfoto penampilan sang raja dangdut melalui ponselnya.
Ribuan masyarakat Palembang yang hadir kampanye ESP-WIN, sebelumnya mendengarkan orasi Megawati Soekarno Putri, selaku Ketua Umum PDI Perjuangan yang menjadi jurkam. Dalam orasinya, Megawati yang mengenakan bajuk kotak-kotak mengajak masyarakat Sumsel untuk cerdas dan pintar untuk bisa memilih pemimpin. PDI Perjuangan adalah partai rakyat Indonesia.
"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang. Jika sudah terima uang untuk pilih yang lain, berarti selama lima tahun harga diri sudah terjual"
ujar Megawati.
Di hadapan masssa pendakung ESP-WIN, Megawati langsung bertanya kepada Eddy Santana Putra (ESP) tentang gaji yang diterima ESP selama menjadi Walikota Palembang. ESP pun menjawab perbulan menerima gaji Rp 5 juta yang kemudian dikalkulasikan Megawati kepada ribuan warga yang hadir kampanye.
"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN.
Megawati: Jangan Ada Dusta Diantara Kita

PALEMBANG - Ribuan masyarakat Palembang, sontak terhening mendengarkan orasi Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PDI Perjuangan, dalam kampanye pasangan ESP-WIN di Pelataran BKB Palembang, Minggu (2/6/2013).
Selasa, 23 April 2013
Eddy Santana Bertemu Warga di Bawah Jembatan Komering
Calon Gubernur Sumsel, Eddy Santana Putra,
Senin (22/04/2013) malam bertemu warga di Pasar Tradisional Desa Bantan,
Kecamatan BP-Peliung, Kabupaten OKU Timur.Eddy Santana berkenalan dan memperkenalkan diri sebagai calon gubernur. Ia meminta memohon doa dan dukungan warga OKU-Timur.
Ratusan warga menyambut antusias di bangunan pasar yang diubah menjadi tempat pertemuan. Pasar tradisional ini terletak di bagian hilir Jembatan Sungai Komering.
Jembatan semula dibangun pada masa pemerintahan kolonial ini, sekarang sudah diganti dengan jembatan konstruksi baja Australia. Dan jembatan ini sudah beberapa kali putus dan ambruk akibat terjangan arus Sungai Komering.
Jembatan ini memiliki arti strategis, karena menjadi penghubung Martapura dengan kawasan pertanian Belitang. Sekaligus penghubung ruas jalan Martapura-Kayuagung.
"Jembatan ini punya arti strategis bagi masyarakat Komering dan sekitar. Sekaligus jalur distribusi hasil persawan Belitang," ujar Herlan, warga Desa Muncakkabau dan kini bermukim di Jakarta.
Sebelumnya, Senin sore, Eddy Santana bertemu dengan warga Desa Sumberagung, BK-1 Belitang. Ribuan warga eks-transmigrasi dan warga setempat menunggu kehadiran Eddy Santana yang. Disertai ustazah Hj Dedeh Rosidah alias Mama Dedeh.
Warga Sumberagung tetap betah menamti kedatangan Eddy Santana, walaupun diantaranya sudah mulai berdtangan sejak tengah hari.
Senin, 22 April 2013
ESP Dialog dengan Para Mbok Jamu
ESP juga memperkenalkan program pembangunan rumah murah dengan sistem kredit lunak yakni Rp 10 ribu perhari. Kedepan dirinya menginginkan program yang sudah berjalan sukses di Palembang tersebut bisa dilanjutkan di Sumsel.ESP: PNS Jangan Takut
DALAM mewujudkan Sumatera Selatan ke depan yang lebih baik, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sangat dibutuhkan di lingkungan birokrasi.Tapi akibat suksesi politik, SDM yang berkualitas terkadang tidak tergunakan. Oleh karena itu, calon Gubernur Sumatera Selatan periode 2013-2018, Eddy Santana Putra (ESP) menjamin tetap akan menilai SDM di birokrasi secara profesional, bukan berdasarkan kepentingan politiknya.
“Jika saya terpilih menjadi Gubernur Sumsel, saya tidak akan menempatkan para pejabat di pemerintahan berdasarkan perilaku politik saat ini. Saya akan tetap menilainya secara profesional. Sebab guna membangun Sumsel yang lebih baik di masa mendatang, kita membutuhkan SDM yang berkualitas, termasuk di lingkungan birokrasi. Jadi para PNS jangan takut,” kata Eddy Santana Putra saat ditanya wartawan mengenai adanya dugaan sejumlah birokrat yang saat ini turut membantu sosialisasi sejumlah calon Gubernur Sumsel, di Palembang, Sabtu (20/04/2013).
“Kalaupun itu benar, saya tidak menyalahkan mereka. Saya percaya sebagian mereka terpaksa melakukannya. Saya tetap menilai SDM di birokrasi berdasarkan kemampuannya. Jika saya terpilih menjadi Gubernur Sumsel, saya tidak akan menilai SDM di birokrasi berdasarkan
perilaku tersebut. Sekali lagi para PNS jangan takut,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel ini.
Eddy menilai salah satu dampak negatif dari pemilihan langsung, yakni banyak kepala daerah memilih SDM di jajaran pemerintahan berdasarkan kepentingan politik bukan berdasarkan kualitasnya, akibatnya pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat terkadang tersendat-sendat atau tidak focus.
“Perilaku seperti itu sudah harus ditinggalkan,” kata Eddy.
Walikota Prabumulih Ajak Warganya Menangkan ESP
Menurutnya di hadapan warga Prabumulih, Sabtu (20/4/2013), keberhasilan Eddy Santana Putra membangun Palembang tidak perlu diragukan lagi.
Berkat tangan dingin ESP berbagai penghargaan diraih di berbagai bidang.
"Kesuksesan itu akan ESP lanjutkan di Sumsel, maka kita harus yakin dengan terpilihnya beliau Sumsel akan lebih maju lagi. Itu sebabnya mari kita bersama-sama memenangkan ESP menjadi Gubernur Sumsel," ungkap dia.
Senada dengan Mama Dedeh, penceramah kondang tersebut mengatakan, keseriusan ESP membangun Sumsel tak perlu diragukan lagi. Eddy Santana sosok pemimpin yang amanah.
"Dia berhasil memimpin Palembang sepuluh tahun terakhir dengan sukses, perubahan terlihat nyata. Maka sumsel akan lebih baik jika dipimpinnya," kata dia.
Wiwiet Tatung Yasinan Bersama Anak Yatim
PALEMBANG - Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Anisdja Djuita Supriyanto, yang akrab dipanggil Wiwiet Tatung menghadiri yasinan bersama ulang tahun Apri Reza Fachtoni yang akrab disapa Toni Tatung, adiknya yang memasuki usia 54 tahun.Yasinan ini berlangsung hikmat di kediaman Toni Tatung yang berada di Jalan Talang Semut Nomor 24 Palembang ini dihadiri anak yatim yang berasal dari empat panti asuhan di Palembang.
Masing-masing Panti Asuhan Mahabatul Ummi, Al Hikmah, Al Farhan, dan Fatonah yang berada Cambai Agung Palembang dan Bukit Besar Palembang.
Sebelumnya pada pukul 00.00 tadi malam Eddy Santana Putra (ESP) bersama tim pemenangannya memberikan ucapan selamat atas ulang tahun Toni.
Toni Tatung merupakan putra ke lima dari sembilan bersaudara pasangan Syamsul Bahri Oemar dan Hj Delima. Dia lahir di Palembang, 22 April 1959 silam.
Toni yang menikah dengan Novita Yuliesty itu dalam sambutannya mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat yang telah diperolehnya selama ini.
Terhadap pencalonan kakaknya sebagai Wakil Gubernur Sumsel mendampingi ESP, Toni mengatakan dirinya dan keluarga besar akan mendukung jiwa dan raga atas pencalonan tersebut.
Kamis, 04 April 2013
ESP Launching Kartu Sehat
Acara dihadiri Walikota Palembang yang juga calon gubernur Sumsel 2013 Eddy Santana Putra (ESP) dan istri wakil walikota yang juga calon walikota Palembang H Romi Herton, Kadinkses
Palembang Gema Asiani serta sejumlah unsur
Muspika dan pejabat di lingkungan kota Palembang serta ratusan warga Palembang yang memadati acara tersebut.
Minggu, 10 Maret 2013
Eddy Santana Putra Akan ambil Formulir Ke KPU
Besok, Eddy Santana Ambil Formulir Cagub
"Dijadwalkan pukul 10.00," ujar Sekretaris PDI-P Sumsel, MA Gantada, Minggu malam.
Direncanakan Eddy Santana akan datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah. Ia akan diantarkan pengurus PDI-P Sumsel.
Eddy Santana yang telah mengantungi surat DPP PDI-P dalam pencalonan ini, akan menjadi kontestan ketiga yang mendaftar.
Sebelumnya lebih dulu mendaftar adalah Herman Deru (bupati OKU Timur) yang telah menentukan berpasangan Ny Maphilindan (isteri mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman).
Mantan gubernur Syahrial Oesman dikalahkan oleh Alex Noerdin pada pemilihan Gubernur tahun 2008 lalu.
Alex Noerdin menyatakan akan kembali menjadi calon gubernur Sumsel. Alex menjadi calon gubernur incumbent dan telah mengambil formulir di KPU Sumsel.
Alex Noerdin yang terpilih menjadi gubernur pada 2008 yg lalu, tahun 2012 sempat mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI.
Namun yang terpilih ketika itu adalah pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Basuki Purnama alias Ahok.
Sumber : Klik Disini
Kamis, 28 Februari 2013
Eddy Santana Putra Raih Penghargaan
ESP Bangga Raih Penghargaan Penataan Kawasan Kumuh
![]() |
| Eddy Santana menerima penghargaan dari Mendagri Gamawan Fauzi. |
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi di Zona C Studio 1 Indosiar, Jakarta, Kamis (28/2/2013).
Penghargaan ini diberikan pemerintah pusat atas upaya penataan kawasan kumuh oleh Pemkot Palembang dalam beberapa tahun terakhir.
Setidaknya ada empat lokasi yang menjadi prioritas penataan, antara lain kawasan 3-4 Ulu, Kelurahan 5 Ulu, Kelurahan Tuan Kentang dan pinggiran Sungai Musi.
Diwawancarai Sripoku.com usai menerima penghargaan, Eddy Santana mengaku sangat senang dan bangga atas penghargaan ini.
Menurutnya, selama ini Pemkot Palembang sudah melakukan penataan kawasan kumuh khususnya di kawasan 3-4 Ulu.
Hal-hal yang dilakukan antara lain, membangun rumah khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) meskipun belum tuntas secara keseluruhan.
“Kita ingin melakukan penataan secara total di kawasan tersebut. Salah satunya dengan memperbaiki rumah-rumah warga yang masih rendah. Sebab, saat Sungai Musi pasang seperti sekarang ini, banyak rumah warga terendam. Seharusnya, rumahnya ditinggikan. Begitu juga dengan warga yang tinggal di 5 Ulu, Tuan Kentang dan pinggiran sungai,” katanya.
Lantas mengapa empat lokasi ini menjadi prioritas? Menurut Eddy, salah satu alasannya adalah karena pemukiman di kawasan tersebut sudah cukup padat.
“Keberhasilan Palembang meraih penghargaan penataan kawasan kumuh terbaik ini, akan memotivasi kami untuk terus menata kota agar terlihat lebih rapi dan tentunya masyarakat yang tinggal lebih nyaman dan sehat,” ujarnya.
Eddy juga mengatakan, dalam upaya penataan yang dilakukan, Pemkot Palembang bukan tidak dihadapkan dengan berbagai macam persoalan. Ada banyak kendala yang dihadapi, salah satunya mengenai pembebasan lahan.
“Kami ingin membangun rumah transit, dimana nantinya, warga akan sementara tinggal di situ selama rumahnya diperbaiki. Tapi, memang kita kesulitan mencari lahan. Sekarang sudah ada rencana pembangunan rumah transit di 5 Ulu. Tapi tetap masih membahas pembebasan lahannya,” jelas Eddy.
Dikatakan, penataan kawasan kumuh di Palembang tidak hanya terfokus pada pemukiman saja. Lingkungan di sekitar atau di sepanjang Sungai Musi, juga penting untuk ditata. Karena itu, dia mengharapkan agar walikota terpilih nantinya, tetap meneruskan pembangunan turap (retaining wall) di sepanjang Sungai Musi.
“Sekarang mungkin sudah 2 km yang dibangun retaining wall. Ya kita harapkan nanti bisa terus sampai Boom Baru. Saya kira ini penting untuk program walikota selanjutnya," kata Eddy yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai walikota Palembang Juni nanti.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang, Syafri Nungcik menambahkan, penataan kawasan kumuh memang menjadi prioritas untuk pembangunan Kota Palembang saat ini.
“Memang cukup banyak yang perlu ditata. Salah satunya di kawasan Seberang Ulu seperti, 3-4 Ulu, 5 Ulu, Tuan Kentang dan pinggiran Sungai Musi. Sekarang sudah mulai, tapi belum selesai. Nanti, kalau sudah baru akan diteruskan ke 7 Ulu dan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada 12 kota di Indonesia yang sudah melakukan upaya untuk penataan pasar tradisional, sanitasi, drainase, persampahan, ruang terbuka hijau dan penataan kawasan kumuh. Kota-kota tersebut diantaranya, Palembang, Payakumbuh, Yogyakarta, Pekalongan, Blitar, Tangerang, Malang, Probolinggo, Balikpapan dan Belitung.
“Penilaian dilihat dari beberapa aspek antara lain, partisipasi pemerintah dan masyarakat, dampak yang ditimbulkan dan aspek pendanaan. Saya harap, dengan penghargaan ini, kepala daerah dapat
lebih baik lagi dalam melakukan penataan kota di segala bidang,” ujarnya.
Minggu, 13 Januari 2013
ESP Buka Eddy Santana Putra Cup II Golf Tournament
Tahun ke dua penyelenggaraan Open Turnament Golf Eddy Santana Putra Cup II yang diselenggarakan Ikatan Alumni Xaverius Golf Community (IAXA GC) Palembang di Pondok Indah Jakarta Sabtu 12 Januari berlangsung meriah.
Minggu, 06 Januari 2013
Rekomendasi Ketua Umum PDI Perjuangan tidak murah
"Rekomendasi yang dikeluarkan ketua umum PDI Perjuangan bukan rekomendasi yang murah. Rekomendasi itu melalui proses yang cukup panjang," kata Megawati ketika memimpin rapat konsolidasi pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, di Medan, Sabtu.
PDI Perjuangan, dikemukakan Presiden RI periode 2001-2004 itu, memiliki tahapan sendiri dalam memberikan rekomendasi bagi kader yang ingin mencalonkan diri untuk ikut dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada).
Proses pemberian rekomendasi di PDI Perjuangan, menurut dia, terbagi atas tiga tahap, yaitu penjaringan, penyaringan dan pemberian rekomendasi.
"Saya sering mengatakan, jangan sekali-kali ketika di tahap penjaringan sudah terjadi negosiasi dan transaksional," ujarnya.
Ketidakmudahan memperoleh rekomendasi dari ketua umum tersebut, lanjut dia, dipertegas dengan jenis kertas rekomendasi yang khusus.
"Kertas rekomendasi itu tidak gampang untuk dibuat, bukan kertas yang mudah didapat di toko buku. Itu kertas spesial," ujarnya.
Megawati berada di Medan selama dua hari untuk berkonsolidasi pemenangan Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi, yang diusung PDI Perjuangan, Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumut.
Selain memimpin rapat konsolidasi, ia juga menjadwalkan kunjungan ke Pesantren Al-Kautsar dan bertemu dengan sejumlah tokoh Tionghoa di Sumut, serta berjumpa dengan kelompok tani di Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, untuk memberikan bibit ikan lele piton.
Sumber: Antara.news
Senin, 17 Desember 2012
PT. SP2J Berlakukan Smart Card pada 24 Desember Mendatang
Sabtu, 08 Desember 2012
Tim Pemenangan ESP Ingatkan untuk tak Memulai "NegativeCampaign"
Kampanye negatif apalagi black-campaign (menjelek-jelekkan) ditujukan terhadap calon lain, bukan hanya tidak mendidik kehidupan berpolitik yang demokratis, tetapi juga merugikan masyarakat Sumatera Selatan secara keseluruhan.
Pernyataan ini disampaikan setelah ditemukan tulisan yang bernada mendiskreditkan bakal calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra.
Tim pemantau ESP mendapati coretan di pagar seng tanah warga di Jl Cipto, Bukitbesar, Kecamatan Ilir Barat-I.
Tulisan vandalis ini telah mengotori situasi kondusif menjelang pemilihan Gubernur Sumsel yang akan berlangsung 6 Juni 2013 mendatang.
"Ini sudah masuk kategori black (campaign). Kita akan sikapi secara serius," kata Gantada kepada Sripoku.com, ketika dihubungi sedang berada di Jakarta.
Menurut Gantada, perilaku dan permainan bakal calon gubernur bukan hanya tidak mendidik, tetapi dikhawatirkan memancing kemarahan calon lainnya.
Selama ini, Tim ESP dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumsel tidak bereaksi atas pencopotan atribut ESP dan partai di berbagai lokasi. Di antaranya di kawasan Ogan Komering Ilir sampai OKU-Timur, dan pencurian atribut partai di kawasan Kertapati.
Dikatakan, pihaknya sudah mendapat laporan siapa yang mulai melakukan kecurangan.
Termasuk rekaman kamera video pihak mana yang melakukan vandalis dan melakukan kampanye negatif.
Jumat, 07 Desember 2012
ESP Raih Penghargaan Bidang Perindustrian
![]() | ||||
| Wako Eddy Santana Menerima Penghargaan Dari Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono |
Rabu, 05 Desember 2012
Eddy Santana Jadi Pembicara di Konferensi Anti Korupsi

Konferensi yang berlangsung Rabu (5/12/2012) di Jakarta, juga diikuti komisi negara, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN)bumn, dan organisasi kemasyarakatan. Konferensi juga diikuti farksi di DPR RI, partai politik, akademisi.
Dihadiri pula lembaga dunia, seperti Direktur World Bank, UNOCD, team leader GIZ, USAID dan pimpinan organisasi profesional di bidang Perekonomian; Termasuk juga IDI (Ikatan Dokter Indonesia).
Senin, 03 Desember 2012
Eddy Santana Perkenalkan Pelestarian Songket Palembang
| Eddy Santana (kanan) mengamati kain songket Palembang |
Ibu Hasanah akan menerima penghargaan sebagai tokoh pelestari budaya, khusus tenun songket Palembang.
Di hadapan Dekan FIB-UI Bambang Wibawarta dan civitas akademika, Eddy Santana mengajak FIB-UI terus menggali.
"Silakan datang. Kita akan fasilitasi untuk kepentingan ilmiah," kata Eddy Santana, dalam presentasi dengan tema: " Dari Imperium Sriwijaya Menuju Palembang Kini".
Ia mengajak semua pihak melakukan sesuatu untuk pelestarian songket di Sumsel.
"Saat ini mulai banyak perajin. Ibu Hasanah melestarikan motif-motif kain tenun songket tua," katanya.
"Terima kasih kepada FIB-UI yang telah mengangkat budaya Sumatera Selatan," katanya.
Eddy Santana Keynote Speaker di Universitas Indonesia
Eddy Santana berbicara masalah budaya di Sumatera Selatan dalam acara pekan Dies Natalis FIB-UI.
Karya tenun tradisional yang bertajuk "Pameran Kain: Pelangi Budaya Bumi Sriwijaya".
Dalam perbincangan dekan menyebutkan, FIB-UI saat ini memiliki sekitar 4.000 mahasiswa tingkat strata-1 hingga mahasiswa program doktoral.
Jumat, 30 November 2012
ESP Buka Konferda II REPDEM SUMSEL
MC PDI Perjuangan Sumsel




+.jpg)












