Mega Bakar Semangat Pendukung ESP

"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...

Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...

Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera

SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..

Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...

Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...

Profil H.Eddy Santana Putra

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

ESP Dialog dengan Para Mbok Jamu

PALEMBANG - Calon Gubernur Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP) berdialog dengan para penjual jamu, Sabtu (20/4/13). Ia menanyakan kesejahteraan pedagang jamu. 

ESP juga memperkenalkan program pembangunan rumah murah dengan sistem kredit lunak yakni Rp 10 ribu perhari. Kedepan dirinya menginginkan program yang sudah berjalan sukses di Palembang tersebut bisa dilanjutkan di Sumsel.

"Program ini sudah berjalan sejak tahun 2010. Alhamdulilah sampai saat ini kreditnya tidak pernah macet, kedepan ini yang akan saya teruskan yakni dengan membawa Sumsel CERAH yakni Cerdas, Sehat dan Sejahtera," ujarnya.

Pada peringatan hari ulang tahun asosiasi pedagang jamu gendong tersebut juga dilakukan pernyataan sikap. Para pedagang jamu gendong menyatakan berjanji ikut mensukseskan pilkada gubernur dengan memilih Eddy Santana Putra dan Wiwiet Tatung sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018.

Sabtu, 01 Desember 2012

Berita Foto : Kejuaraan Memancing Internasional Musi 2012

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekononomi Kreatif Sapta Nirwandar Dan Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra melepas ikan belido ke Sungai Musi Palembang tanda dimulainya Kejuaraan Memancing Internasional Musi 2012, Sabtu (1/12). Kejuaraan ini diikuti 400 peserta dari dalam dan luar negeri diantaranya Australia, Brazil, dan Amerika Serikat.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menunjukkan Piala Lomba Kejuaraan Memancing Internasional Musi 2012 yang akan diberikan kepada para pemenang. Kejuaraan ini diikuti 400 peserta dari dalam dan luar negeri diantaranya Australia, Brazil, dan Amerika Serikat. 





Para peserta Kejuaraan Memancing Internasional Musi 2012 bersiap mengikuti perlombaan yang akan berlangsung tanggal 1-2 Desember2012 di Sungai Musi Palembang, Sabtu (1/12). Kejuaraan ini diikuti 400 peserta dari dalam dan luar negeri diantaranya Australia, Brazil, dan Amerika Serikat.
 

Hasil tangkapan: Panitia Lomba Kejuaraan Memancing Internasional Musi 2012 memeriksa ikan hasil pancingan peserta. Setelah menilai seksama sesuai dengan kreteria ditetapkan, peserta yang mendapat ikan tapa seberat 6,2 kilogram menjadi pemenang.

Selasa, 27 November 2012

Belajar Sampai ke Negeri Belanda

PENGANTAR: Pertengahan bulan November 2012, wartawan Sriwijaya Post, diundang menyertai Walikota Palembang Eddy Santana Putra ke Belanda. Di Gedung World Trade Center Rotterdam, walikota menjadi keynote speaker forum sungai (Ruimte voor de River) pada Konferensi Internasional Flood-Risk Management 2012. Seusai konferensi, perjalanan diteruskan ke Paris (Prancis) dan kota Barcelona (Spanyol), berikut laporan perjalannya.
Walikota Eddy Santana menyusuri Kanal Amsterdam
ANGIN pagi akhir musim gugur, di Kota Amsterdam, menusuk hingga ke tulang. Empat lapis pakaian termasuk jaket tebal, terasa tak mampu menahan bekapan udara ke sekujur tubuh yang menyusup dari kaki, jemari tangan dan bagian kepala yang terbuka.

Pukul delapan lewat, matahari tak terlihat. Suhu udara tercatat berkisar nol derajat. Bahkan mencapai minus. Sudah cukup membuat cairan dari hidung terasa meleleh tanpa bisa dicegah.
Eddy Santana Putra, walikota Palembang, seusai sarapan pagi di Hotel Apollo Museum. Pagi itu, Eddy Santana mengenakan kaus lengan panjang kasual dan scarf wol berbincang serius dengan pakar drainase dari Institute Hidraulic Engineering (IHE)-Unesco, Delf, Belanda.

Pertemuan di meja makan itu berlangsung santai. Di penghujung sarapan, mereka bergeser ke sebuah pojok dan pembicaraan serius berlangsung, Prof Chris Heizdeger, memberikan paparan sambil memberikan pola dan gambar garis untuk memperjelas rancangan untuk kajian drainase di kota Palembang.

Setelah tamu bergegas keluar lobbi hotel, sejurus Eddy Santana naik ke lantai satu. Ia menuju kamar hotel dan kurang dari lima menit kandidat calon Gubernur Sumatera Selatan ini turun kembali ke lantai dasar menggunakan lift hotel, dan melewati lobbi.

"Payo kito (mari kita) keluar, menikmati udara segar," kata Eddy Santana, dengan gerak tetap cekatan.

Penampilannya kali ini, berubah total. Dari balik jaket tebal berlapis wol di dalamnya, ia masih mengenakan kaus berwarna gelap yang dikenakan saat makan pagi beberapa menit sebelumnya. Begitupula scarf berwarna biru gelap yang dililitkan di lehernya saat makan pagi.

Bedanya, kali ini ia membawa balaclava atau topi kupluk terbuat dari bahan serat wol penahan dingin kepala. Sepintas, penampilannya tak kalah keren dibandingkan trend anak muda kalangan rapper. Begitupun gerak langkah penggemar olahraga karate ini, masih terlihat ringan pertanda tingkat kebugaran yang baik.

Ia mengajak berjalan di trotoar jalan Peter Cornelis Hoofstraat atau lebih dikenal dengan sebutan PC Hoofstraat di depan hotel. Jalan dua jalur searah yang diperkeras batu alam, terlihat begitu bersih. Batu masih berkilau karena lembab dibahasi embun sepanjang malam.

Jalan kota Amsterdam pun begitu, seperti jalan raya di Rotterdam yang dikunjungi sebelumnya. Bersih dan terkesan rapi. Walaupun perilaku pembawa kendaraan jauh dari kesan sebagai  driver yang baik dan disiplin. Tak berbeda dengan jauh pengendara sepeda yang punya jalur khusus dan searah --pengendara sepeda lah seolah menjadi penguasa jalan, karena memang memiliki jalur tersendiri di trotoar disamping jalur pejalan kaki.

Gerak bergegas dan sarung tangan kulit, ketua partai ini, terlihat mampu mengusir rasa dingin menembus pakaian tebal hingga menusuk ke dalam tubuh. Dinginnya cuaca nyaris membuat setiap tarikan napas terasan sesak.

Kali ini ia mengajak turun ke dermaga boat  wisata yang melayari kanal kota Amsterdam. Kanal yang permukaan terlihat bersih, kecuali daun yang berguguran berwarna kuning menutupi tepian sungan, tidak lebih lebar dibandingkan Sungai Sekanak di Palembang atau saluran Kali Banjir Kanal Barat di Jakarta. Konon, kali buatan ini dirancang dan dibangun pemerintahan Kolonial Belanda untuk mengatasi dan mencegah banjir di kawasan pemukiman Menteng, Jakarta Pusat --kawasan pemukiman elit di Jakarta-- yang nyaris tak pernah banjir.

Pencahayaan alami, pendaran sinah matahari dari timur terhalang kabut memudahkan pemotretan tanpa khawatir terkena back light (melawan cahaya dari belakang). Eddy Santana tak terusik dengan arah bidikan kamera Nikon D7000 yang di-setting manual.

Beberapa kali ia meminta dipotret dengan latar kanal dan bangunan khas dengan dinding batubata merah, yang memberi kesan klasik. Atau diminta ber-pose membelakangi kanal yang di seberangnya terdapat kafe Hard-Rock Amsterdam --kafe yang menjadi simbol status bagi penggemarnya termasuk kolektor kaus, topi dan berbagai gimik. Hard Rock Cafe hadir diberbagai kota besar dunia. Gimik dengan nama kota di belakang merk dagang, seperti Hard Rock Cafe Amsterdam, Paris, Jakarta, Singapore dan sebagainya mencerminkan pemiliknya pernah berkunjung atau merasa "warga" kota dunia.

Ia pun tak keberatan ketika diminta dipotret dengan latar daun-daun yang berguguran --pertanda akhir musim gugur --yang sering digambarkan dalam suasana romantis oleh kalangan seniman-- dan menjelang musim salju. Eddy Santana tanpa ditemani Ny Eva alias Hj Tuti Alawiyah, tak keberatan diambil foto dengan latar belakang Rijk Museum yang sarat peninggalan karya seni, termasuk lukisan karya pelukis ternama asal Belanda.

Tetapi, bukan soal ingin berfoto-ria di ruang terbuka pada saat cuaca seperti ini, yang dimaksudkannya. Sepanjang perjalanan pagi itu, seraya didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan, Dharma Budi Maliki, dan staf Pemerintahan Kota Raimon Lauri Arpan, ia mengajak berdiskusi tentang tepian kanal yang dilalui.

Bukan sebatas potensi wisata dan dam sepanjang kanal, tetapi juga fungsi kanal yang mampu menampung limpahan air saat hujan dan salju mencair. Ia juga menyampaikan pengetahuan dan gagasan tentang rekayasa pengendalian debit kanal yang dikontrol melalui pintu air dan pompa raksasa.

"Kita bisa melakukan hal seperti ini. Teknologi dan pakarnya ada. Secara geografis, kontur (gambaran permukaan) kota Palembang tidak berbeda jauh dengan kota Amsterdam," kata Eddy Santana.

Suatu saat nanti, bukan tidak mungkin Sungai Sekanak atau Sungai bendung dan sungai lain di Palembang, seperti kanal di kota Amsterdam.

Boleh bermimpi. Dan bisa saja mimpi itu menjadi kenyataan. (Sutrisman Dinah)

sumber : sripoku.com

Rabu, 21 November 2012

Eddy Santana Minta Semua Pihak Menahan Diri

Walikota Palembang Eddy Santana Putra, Rabu (21/11/2012) pagi (sore WIB) dari La Ville, pinggiran Kota Paris, berpesan agar semua pihak menahan diri.

Sengketa tanah di Alang-alanglebar, kawasan pangkalan TNI-AU Talangbetutu, sudah melalui tahap negosiasi.

"Kita meminta pihak yang berkonflik menahan diri. Jangan jadikan masalah ini menjadi komoditas politik," kata Eddy Santana kepada wartawan saat sarapan pagi di kamar apartemen tempat menginap di kawasan sekitar 7 kilometer dari pusat kota.

Konflik tanah warga dan Pangkalan TNI-AU Talangbetutu, dalam tahap musyawarah untuk penyelesaian. Sudah ada arah mencapai kesepakatan yang akan menguntungkan semua pihak. Ia berpesan, jangan jadikan persoalan ini untuk kepentingan politik maupun mencari keuntungan secara ekonomi.

"Ada laporan, ada pihak yang memanfaatkan mencari keuntungan, kita tidak mau warga dijadikan korban oleh berbagai pihak," ujarnya.

Walikota bersama Ny Eva Santana alias Hj Tuti Alawiyah dan dua anggota dewan provinsi, melakukan kunjungan ke Belanda, Prancis dan Spanyol bersama robongan kecil dan wartawan. Ia tetap memantau kota Palembang melalui jaringan internet dan telepon, termasuk insiden di eks-Desa Talangbetutu hari ini.

Dikatakan, situasi saat ini sebenar sudah melalui sekelompok warga yang bermukim di sini. Dua tawaran yang diajukan, sudah ditanggapi positif oleh kedua belah pihak.

Warga ditawari penampungan sementara di rumah susun sewa (Rusunawa) selama tiga bukan. Tiga bulan pertama gratis, dan selanjutnya harus bayar bila tetap ingin tinggal di sana.

Solusi selanjutnya, warga ditawarkan lokasi baru atau relokasi di wilayah Talangjambe, pinggiran kota Palembang. Tawaran ini pun diberikan alternatif, dibangunkan rumah murah atau kaplingan tanah di lokasi yang sama.

"Kita tidak bisa langsung menyalahkan pihak TNI-AU. Pemimpin pangkalan diberi perintah dan mempertahankan aset negara yang ada," kata Eddy Santana.

Namun ia mengingatkan, pihak Pangkalan TNI-AU tidak terpancing, apalagi menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah dan tidak menggunakan kekerasan.

Walikota meminta pihak yang mendampingi dan mengadvokasi warga tidak mencari keuntungan. Termasuk mencari popularitas personal dalam persoalan ini, karena khawatir warga dijadikan korban.

sumber : Sripoku.com

Selasa, 20 November 2012

Belanda akan Kaji Banjir di Palembang

Institute Hidraulic Engineering-UNESCO Delf, Belanda, akan melakukan kajian menyeluruh atas banjir dan genangan air di Kota Palembang.

Kajian ini akan bermuara pada rancangan teknis pengendalian banjir di Sumatera Selatan khususnya kota Palembang.


"Paling tidak, tahun 2013 kita sudah punya masterplan (cetak biru) yang bisa bermanfaat jauh ke depan," ujar Walikota Palembang Eddy Santana Putra, di Amsterdam, Belanda, Rabu (20/11/2012) pagi waktu setempat atau siang WIB.

Walikota bertemu dengan pakar manajemen bencana banjir (floodrisk Mangement), Prof Chris Zieberger, pada saat makan pagi di Hotel Apollo Museum.

Pertemuan ini dihadiri Kepala Dinas PU Bina Marga Palembang, Budi Dharma.

Program ini merupakan proyek kerjasama pengendalian banjir empat kota negara-negara Asia, yakni Palembang (Indonesia), Korea, China Taipe, dan sebuah kota di Vietnam.

Proyek kajian ini memakan biaya sekitar Rp 40 miliar berasal dari Asian Development Bank, IHE-Unesco dan kerjasama dua kota Amsterdam dan Palembang.

"Ini proyek pengendalian banjir kota yang banyak penduduknya, seperti kota Palembang," kata Eddy Santana kepada Sripoku.com.

Setelah blu-print proyek pengendalian bajir ini selesai, selanjutnya proyek pemulihan sungai di Palembang akan dibiayai melalui anggaran pusat dan daerah.

"Mudah-mudahan proyek akan segera terlaksana pada tahun berikutnya," kata Eddy Santana.

Penulis : Sutrisman
Sumber :Sripoku.com

Eddy Santana Jadi Narasumber Konferensi di Rotterdam

Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, Senin (19/11/2012) siang waktu setempat (sore Waktu Indonesia Bagian Barat) tampil sebagai pembicara dalam Konferensi Internasional tentang Sungai: Manajemen Risiko Banjir.
Konferensi berlangsung di Gedung World Trade Center, Rotterdam, Belanda ini menghadirkan pakar dari berbagai negara Eropa seperti Jerman, Prancis, serta Amerika China dan Australia.

Eddy Santana mengungkapkan, Kota Palembang yang berada di dataran rendah dan berpotensi direndam banjir pada musim penghujan yang datang setiap tahun dan berlangsung selama enam bulan. Umumnya pada bulan Oktober hingga Maret.

"Perlu intervensi kebijakan dari pemerintah untuk menata kawasan Sumatera Selatan ke depan, terutama kawasan yang potensial terkena banjir," kata Eddy Santana.
Dalam konferensi tersebut Walikota Palembang didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga-Pengelolaan Sumber Daya Air, Budi Dharma.

SRIPOKU.COM/SUTRISMAN DINAH
http://palembang.tribunnews.com/2012/11/20/eddy-santana-jadi-narasumber-konferensi-di-rotterdam 
 

Senin, 19 November 2012

Eddy Santana Jadi Pembicara di Universitas Belanda

Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, Minggu (18/11/2012) sore di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)-II menjelang keberangkatan ke Belanda.

Eddy Santana didampingi Ny Eva Santana alias Hj Tuti Alawiyah, bersama rombongan terbang ke Eropa Barat, menggunakan pesawat Garuda Indonesia, melalui Jakarta, dan transit di Abu Dhabi (bukan Kualalumpur).

Menurut jadwal, selama di Amsterdam, walikota akan tampil sebagai pembicara di sebuah Universitas terkemuka di ibukota Negara Belanda tersebut. Saat ini di Amsterdam, negara-negara Eropa pada umum berda pada penghujung musim gugur.

Menurut prakiraan cuaca yang terpantau di jaringan, suhu kota tersebut berada di bawah 10 derajat. Cuaca yang sangat dingin bagi rombongan. Sebagai pembanding, suhu di Gunung Dempo pada musim penghujan sepekan ini berkisar 20 derajat pagi hari di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut.

Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2012/11/18/eddy-santana-jadi-pembicara-di-universitas-belanda

Rabu, 09 Mei 2012

Eddy Santana Putra Walikota Teladan Se-Asia

Eddy Santana Putra adalah walikota sukses yang tak pernah gembar gembor kesuksesaannya, menurut beliau biar masyarakatlah yang bicara dan menilai tentang dirinya. makanya kini sayapun sebagai masyarakatnya memberikan penilaian atas keberhasilan beliau menjadikan Palembang dari KOta Kumuh menjadi Kota Metropolitan.
Sukses membawa Palembang menjadi kota terkenal dengan segudang prestasinya dari kota yang dulu terkenal dengan gegap gempita kejahatannya adalah suatu yang sangat membanggakan. juga keberhasilan di bidang kebersihan hingga berturut-turut dari 2007 s.d. 2010 mendapatkan rangking satu untuk kota metropolitan terbersih  mengalahkan Jakarta Pusat, Jogja, dll.
Dan pada tanggal 5 Maret 2012, Kota Palembang menorehkan lagi prestasi tingkat dunia dengan menyabet predikat sebagai kota terbersih yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City Award. Penghargaan diterima langsung Walikota Palembang, Eddy Santana Putra di Pnompenh, Kamboja, Senin (5/3/2012).
Masih banyak lagi torehan-torehan prestasi yang diukir oleh Palembang dibawah walikotanya yang keren abiss, gagah, mungkin satu-satunya walikota yang ganteng, he he he…

sumber : http://regional.kompasiana.com/2012/05/09/eddy-santana-putra-walikota-teladan-se-asia/

Langganan