Mega Bakar Semangat Pendukung ESP

"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...

Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...

Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera

SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..

Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...

Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...

Profil H.Eddy Santana Putra

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Rabu, 25 Mei 2011

Eddy Santana Putra : Tidak ada Gudang di Tengah Pemukiman Masyarakat


PALEMBANG, Buanasumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) dalam waktu dekat akan membuat surat edaran kepada pemilik gudang di Kota Bervisi menuju Kota Internasional ini. Surat edaran itu nantinya menjelaskan kepada pemilik, bahwa tak boleh ada gudang di tengah-tengah pemukiman masyarakat.
“Ini menyebabkan terjadinya kesemrawutan lalu lintas dalam Kota Palembang dan akibat negatif lainnya yang bisa ditimbulkan,Peruntukannya harus jelas, kedepan tak boleh lagi sembarangan dan berada di kawasan pemukiman,” ujar Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, kemarin (25/5/11) di Pemkot Palembang. Nantinya, pembangunan terhadap gudang ini akan lebih diperketat lagi dengan surat izin yang dikeluarkan oleh instansi terkait.
“Saat ini kan banyak yang three in one (3 ini 1). Ada gudangnya, tempat tinggal dan lokasi usaha. Ini tak boleh lagi,” tegas Eddy.
Menurut orang nomor satu di Kota Palembang ini, masyarakat yang memiliki lokasi gudang tersebut berangsur-angsur akan dipindahkan. Kapan waktunya, ia mengatakan akan dilakukan secara bertahap.
”Kita sudah sering memberikan himbauan kepada pemilik gudang, namun akan ditingkatkan surat edaran Walikota nantinya. Sehingga, Palembang lebih tertib,” jelas Eddy lagi. Dengan tertibnya gudang tersebut, jelas akan berdampak positif terhadap lalu lintas di Palembang.
Saat ini saja, di kawasan Pasar 16 Ilir dan beberapa titik lokasi gudang banyak dilewati truk-truk besar. Akibatnya, jalan rusak dan memacetkan lalu lintas. Juga dalam bongkar muat yang dilakukan menggunakan badan jalan. ”Jadi, kalau letaknya sudah diatur, mereka punya jalan khusus menuju gudang tersebut yang saling berhubungan, tidak lagi bertumpuk,” tambahnya.
Diungkapkan Eddy, ada beberapa titik yang akan dijadikan lokasi gudang di wilayah Metropolis. Letaknya, tak berada di pusat kota Palembang namun berada di pinggiran Palembang. Yakni, daerah Karya Jaya Kertapati, Gandus, Tanjung Api-Api dan Jl Soekarno Hatta. ”Ke-4 titik ini yang akan dijadikan lokasi gudang barang di wilayah Palembang,” jelas Eddy.
Menurutnya, empat kawasan tersebut menjadi alternatif pilihan karena lokasinya yang jauh dari pemukiman, tak menggangu lalu lintas dan sebagai pengembangan wilayah. Dengan begitu, maka perkembangan wilayah Palembang akan merata.
Sementara Yustianus, Kabid Perdagangan Disperindagkop Palembang mengatakan, jumlah gudang yang ada di wilayah Palembang lebih dari 200. Jumlah ini, termasuk dalam gudang kecil dan besar. Dari jumlah tersebut, yang memiliki tanda daftar gudang hanya sekitar 20 gudang. ”Ke-20 gudang ini, merupakan gudang besar,” jelasnya.
Letaknya, berada di daerah Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Soekarno Hatta, Patal Pusri, pergudangan bandara dan di perbatasan Kota Palembang. ”Memang belum seluruh gudang memiliki tanda daftar gudang ini. Kita harapkan, pemilik gudang mendaftarkna gudangnya untuk pendataan, sehingga realisasi pemindahan gudang diwilayah 4 kawasan yang disebutkan Pak Wali bisa terealisasi secepatnya,” bebernya.
Meurutnya, meski pemilik gudang tak memiliki tanda daftar gudang, namun mereka memiliki izin mendirikan bangunan, Situ dan lainnya. Namun, tetap dihimbau agar mendaftarkan gudang miliknya. Lokasi gudang yang tak terdaftar tersebut, tersebar di tiap kecamatan.

Rabu, 22 September 2010

Adiupaya Puritama Diboyong Palembang Buah Keseriusan Benahi Perumahan


PALEMBANG – Torehan tinta emas kembali digoreskan dalam masa kepemimpinan Eddy Santana Putra. Setelah berhasil menyabet Piala Adipura, Piagam Adiwiyata, dan Plakat Anugerah lingkungan hidup Taman kota terbaik tingkat Nasional di tahun ini, Pemerintahan Kota Palembang untuk pertama kalinya menyabet Piala Adiupaya Puritama kategori pemerintah kota metropolitan. Sehingga di tahun 2010 ini Palembang meraih Quadruple penghargaan tingkat nasional.
Salah satu indikator kuat yang dijadikan acuannya adalah pertumbuhan perumahan yang berkelanjutan dan layak huni yang digembor-gemborkan beberapa tahun terakhir.
Walikota Palembang, Eddy Santana Putra membenarkan jika program perumahan layak huni yang dicanangkan oleh pemerintahan Kota dan Provinsi ini adalah sebagai upaya pemerintah dalam rangka mengurangi areal kumuh yang selama ini menghantui Palembang.
“Perumahan yang layak merupakan salah satu hak warga dan oleh kerenanya sejak awal memang kita berupaya untuk mewujudkan hal tersebut,” terangnya.
Tidak hanya perumahan kelas atas saja yang menjadi priotitasnya dari Pemkot Palembang, perumahan kelas menengah dan bawah pun dipikirkan olehnya dalam sebuah program pembangunan berekelanjutan yang jelas.
“Sekarang ini kita sedang mengusahakan percepatan pembangunan RSH di kawasan 3 dan 4 ulu,” terangnya.
Tidak hanya itu saja, kasiba dan lisiba yang dicanangkan oleh Pemerintah dan juga adanya rencana peremajaan rumah susun dan rencana membangun sejumlah perumahan vertical dibebrapa kawasan merupakan salah satu pendukung.
Asisten II Setda Kota Palembang Apriadi S Busri mengatakan, keberhasilan tersebut diraih karena Palembang dinilai perduli dan fokus membangun rumah murah type 3×6 bagi MBR.
“Petugas dari kementrian rakyat turun langsung ke lapangan selama kurang lebih dua minggu. Kita tidak diberitahu kalau ada petugas yang bakal turun,” terangnya.
Penghargaan di bidang perumahan tersebut sedianya diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi dan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa. Acaranya kemarin malam dimulai pada pukul 18.30 WIB, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan. Palembang Sendiri, menempati juara I, berhasil unggul dari dua pesaing berat lainnya yakni Jakarta Timur dan Pekanbaru.
sumber : http://satriawongjawa.wordpress.com/page/3/

Rabu, 21 Juli 2010

Ir.H. Eddy Santana Putra, MT Ketua Dewan Pengurus HATHI Sumsel


Ketua Umum Pusat  Himpunan Ahli Teknik Hidroulik Indonesia (HATHI) Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE. pada pukul 10.30 wib melantik Kepengurusan HATHI Cabang Sumatera Selatan Periode 2010-2013 bertempat di ruang Rapat Parameswara Kota Palembang Jalan Merdeka No 1 Palembang, Rabu (21/07/10).
Pada acara pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum HATHI Pusat Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE. Sekretaris Umum HATHI Pusat  Dr.Ir.Arei Setiadi Moerwanto,M.Sc, Ketua HATHI Periode 2008-2010 Bistok Simanjuntak dan tampak dihadir sekitar 100 orang dari Kepala Instansi Kota Palembang dan tamu undangan.
Adapun susunan Kepengurusan HATHI Periode 2010-2013 sesuai dengan Surat Keputusan No.06.SK/SET-PUS/VII/2010 tertanggal 13 juli 2010 yang dilantik diantaranya Dewan Pelindung Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Palembang.
Dewan Penasehat Ir.H.Muslimi,BE. Ir.H.A.Gaib Bakri,P.MA dan Ir.H.M.Rusdy HM,DIP.HE.
Dan Dewan Pengurus Ketua Ir.H. Eddy Santana Putra, MT. Wakil Ketua Ir.H.Apriadi.S.Busri,CES. Ir.H.Soekotjo Tri Sulistyo,DIP.HE dan Ir.H.Hendri,ST. Sekretaris Ir.A.Syarifudin,M.Sc Wakil Sekretaris Drs.Ishak Yunus,ST dan Ir.Hj.Ana Heryana,MT dan Bendahara Ir.Agung Priyono,PMA.SDA. Wakil Bendahara Jhony Rohalsyah,ST dan Ir.A.Rivai.
Dalam kata sambutan Ketua Umum HATHI Pusat Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE terkait berkurangnya debid air pada sungai musi dikarenakan pada ulu sungai musi di pakai oleh PLTA “saya rasa Ketua HATHI Cabang Sumatera Selatan  yang sekaligus Walikota  saya yakin sangat mengerti soal air diwilayahnya”
“Saya lihat sekarang pengelolaan air di palembang pada ulu sungai musi dan ilir sungai musi dimana di ulu musi itu airnya diambil untuk PLTA, tapi airnya tidak dikembalikan ke sungai musi tapi airnya dibuang ke bengkulu langsung ke laut” kata Iwan
“Kalau hal ini dibiarkan akan berbahaya dengan berkurangnya debit air sungai musi, dimana debit air ini berfungsi untuk mendorong air asin yang masuk dan kalau air asin ini masuk akan merusak lingkungan dan juga bila air asin ini bisa asuk ke air minum ini akan berpengaruh pada masyarakat”
“Saya rasa ini adalah tantangan untuk HATHI Cabang Sumatera Selatan bagaimanan menyikapi ini dan menjadi program HATHI Cabang Sumatera Selatan untuk memperhatikan debit air sungai musi karma ini sangat berbahaya, jangan sampai air asin sampai ke palembang, itu tugas HATHI Cabang Sumatera Selatan” jelas Iwan.
“Saya mengucapkan selamat kepada kepengurusan yang baru tugas kedepan dapat memberikan masukan kepada pemerintah dan untuk kepengurusan yang lama yang tidak masuk dalam kepengurusan yang baru diharapkan pikiran dan masukkannya” ujar Iwan
Waktu ditemui disela-sela akhir acara pelantikan Ketua HATHI Cabang Sumatera Selatan Periode 2010-2013  sekaligus sebagai Walikota Palembang Ir.H. Eddy Santana Putra,MT terkait pelantikan hari ini mengatakan

Selasa, 08 Juni 2010

Walikota : Adipura Kerja Keras Kita Semua


Palembang meraih Adipura lagi tahun ini, untuk kategori Kota Metropolitan Terbersih. Keberhasilan itu melengkapi koleksi tiga anugerah serupa yang didapat berturut-turut pada 2007, 2008, dan 2009.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengaku sangat bangga dengan keberhasilan ini. Apalagi, Palembang menempati peringkat pertama (poin di atas 73), mengungguli kota-kota yang jadi kandidat kuat, seperti Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Surabaya dan Tangerang. Tahun kemarin, Palembang peringkat kedua, di bawah Jakarta Pusat.
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih untuk semua warga Palembang. (keberhasilan) Ini berkat kerja keras kita semua,” kata Eddy Santana, Selasa (8/6).
“Keberhasilan ini harus tetap dipertahankan. Karena, tahun depan kita mengejar Adipura tingkat ASEAN dan Adipura Kencana,” ujarnya.
Adipura ASEAN adalah penghargaa di bidang lingkungan hidup perkotaan di negara-negara Asia Tenggara. Adipura Kencana merupakan penghargaan Adipura tertinggi sekaligus simbol Adipura sepanjang masa untuk kabupaten atau kota yang terbersih di Tanah Air.
Prestasi lingkungan Palembang terus bertambah. Kata Eddy, selain Adipura, Palembang juga dinobatkan sebagai kota dengan Taman Kota Terbaik. Taman kota yang dimaksud yakni Taman Kambang Iwak.
“Kambang Iwak dinilai sebagai taman kota yang benar-benar menjadi paru-paru kota. Suasananya masih asri dan alami,” kata Eddy.
Meski meraih predikat prestisius di bidang lingkungan hidup, orang nomor satu di kota yang bervisi lingkungan bersih, hijau, dan biru, ini menyebut Palembang masih perlu berbenah. Khususnya menata kebersihan di sungai dan saluran drainase.
Eddy mengatakan pemerintah kota akan menganggarkan dana khusus untuk dua hal ini. Pasalnya, dana yang dianggarkan selama ini dinilai belum optimal.
“Ke depan, Palembang harus mampu masuk dalam katagori clean water (sungai bersih),” kata pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau APEKSI ini.
Pun soal pengomposan sampah. Eddy berkata kesadaran warga untuk memisahkan sampah organik dan sampah anorganik, mesti ditingkatkan lagi.
“Nanti, saya harap semua kelurahan bisa melakukan pengolahan sampah sendiri,” katanya.
Ini soal Adipura. Kata Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Palembang Husni Thamrin, piala Adipura rencananya besok akan diarak sejauh 87 kilometer, melintasi kawasan di Seberang Ulu dan Seberang Ilir.
Arak-arakan itu dijadwalkan dimulai dari Bandara SMB II Palembang. Jalan Kolonel H.Burlian, Jl.Sudirman, Veteran, Perintis Kemerdekaan, Yos Sudarso, Simpang Patal, disebutkan Husni adalah beberapa tempat di Seberang Ilir yang bakal dilintasi arak-arakan ini.
Di Seberang Ulu, rombongan pengarak Adipura bakal melaju di Jalan Ahmad Yani, DI Panjaitan, dan seterusnya. Setelah itu kembali ke kantor Wali Kota Palembang.
Tim pengarak, kata Husni, antara lain petugas dari Dinas Kebersihan dan Pemakaman, unsur muspida, Syarofal Anam, rebana, dan barongsai, serta Bujang Gadis Palembang.
Tentang keberhasilan Palembang meraih Adipura empat kali berturut-turut, Husni mengatakan, “Ini harus tetap dipertahankan. Dan, saya harap budaya mencintai kebersihan tidak luntur.
Sumber : http://bulletinmetropolis.com/home/?p=5089

Minggu, 28 Februari 2010

Eddy Santana Putra Pimpin Kembali PDI Perjuangan Sumsel



Hasil Konfrensi Daerah (Komferda) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang di selenggarakan, Minggu (28/02/10) di Ball Room Hotel Navotel Jalan R Sukamto Palembang, bahwa Eddy Santana Putra berhasil terpilih menjadi ketua pimpinan daerah PDIP Provinsi Sumatara Selatan (Sumsel) periode 2010-2015.
Pada acara Konferda Ke III PDI Perjuangan dihadiri sebanyak 15 Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan  kabupaten/kota se Sumsel. Dari ke 15 DPC, 13 DPC PDI Perjuangan  kabupaten/kota yang  telah melakukan Konfercab di daerahnya mendukung Eddy Santana Putra  secara aklamasi dan 2 DPC PDI Perjuangan yakni  Kabupaten OKU dan Kabupaten Musi Rawas  belum melaksanakan Konfercab dan mereka hanya sebagai Peninjau.
Hasil Konferda Ke III PDI Perjuangan Periode 2010-2015, juga menghasilkan  susunan kepengurusan DPD PDI Perjuangan Sumsel yaitu untuk Ketua DPD PDI Perjuangan Eddy Santana Putra, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Darmadi Djufri, Sekretaris DPD PDI Perjuangan M.A.Gantada dan untuk Bendahara DPD PDI Perjuangan Ikman Goring.
Eddy Santana Putra ketua DPD PDI Perjuangan  periode 2010-2015  mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, untuk kembali memimpin pada periode 2010-2015.”Saya yakin dengan kepengurusan yang baru ini terdiri dari  orang-orang muda yang Insya Allah dalam agenda-agenda pokok di tingkat kabupaten/kota dan provinsi dapat dilaksanakan oleh Pengurus DPD yang baru,”ujarnya.

Rabu, 30 Desember 2009

Eddy Santana Putra: Sering Macet Jalan Kol.H.Burlian Diperlebar


Walau pesta bangsa-bangsa Asia Tenggara (Sea Games) masih dua tahun lagi, namun pemerintah kota (Pemkot) Palembang mulai mempersiapkan diri. Untuk kelancaran akses dari bandara menuju pusat kota dengan memperluas Jalan H Burlian dari simpang Tanjung Api-Api hingga KM 5.  Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, mengatakan perluasan jalan Kol  H Barlian dirasakan sudah sangat mendesak bukan karena Sea Games saja melainkan jalan tersebut sudah macet disebabkan banyak kendaraan. Dengan adanya pelebaran akan memperlancar arus lalu lintas dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin
(SMB) II ke kota atau sebaliknya. “Sekarang kan dua jalur untuk tiga kendaraan, tapi nanti bertambah menjadi 4-5 mobil dalam satu jalurnya,” jelas Eddy Santana Putra.
Untuk memperlancar arus transportasi saat Sea Games, pemerintah juga merencanakan membangun fly over di Simpang RS RK Charitas dan simpang Jakabaring serta menjadikan RS Bari sebagai rujukan Sea Games mendatang. Guna menghadapi tamu-tamu yang datang dari berbagai negara, pemerintah akan menertibkan berbagai kawasan kumuh seperti pasar besi buruk Cinde, pasar Burung dan kawasan Masjid Lama. Pedagang-pedagang ini akan ditempatkan di satu tempat di seputaran Jakabaring.
Walikota juga mengajak pemilik modal menginvestasikan dana untuk membangun objek wisata di sepanjang Sungai Musi dari Pulokerto hingga Pulau Kemarau. Begitu pula dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) membuat suvenir khas dan berkualitas untuk dijual kepada atlit dan para tamu lainnya. “Semua elemen akan dilibatkan dalam menghadapi pesta dua tahunan ini. Sama seperti saat PON tempo hari. Saya mengharapkan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Sea Games XXVI nanti,” kata Eddy.

Selasa, 10 November 2009

Inilah Bumi Sriwijaya Kami

Palembang memang sempat dikenal sebagai kota yang kumuh, jelek dan rawan tindak kejahatan. Bahkan di ibukota, preman-preman pasar didominasi oleh pendatang asal Palembang. Penduduk asli Palembang memang dikenal keras dan kasar. Sebuah jargon yang cukup terkenal ”Mati dem asal top,” atau ”Mati tidak apa-apa asal terkenal,” menegaskan itu semua. Kenyataan ini memang menyulitkan Palembang untuk menarik wisatawan. Secara tidak langsung, citra buruk warga Palembang tersebut dapat mempengaruhi sektor pariwisata kota Palembang.

Tapi semua perlahan berubah ketika pada tahun 2004, Palembang menjadi tuan rumah diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON). Pemerintah Kota Palembang berusaha keras untuk sedikit demi sedikit memperbaiki citra tersebut. Infrastruktur diperbaiki. Beberapa tempat yang pada awalnya kumuh dan kotor, dipoles habis-habisan hingga menjadi tempat yang nyaman. Kawasan pedagang buah pasar 16 ilir misalnya. Siapa sangka, kawasan yang dulunya hampir tidak mungkin dilalui kendaraan roda empat (karena dipenuhi pedagang kaki lima) kini bertransformasi menjadi kawasan Benteng Kuto Besak yang cantik.

Perlahan masyarakat Palembang-pun terbiasa dengan perubahan drastis tersebut. Pelan-pelan namun pasti, warga Palembang tidak merasa malu lagi jika ditanya, ”asalnya dari mana?” kenapa? Karena hampir semua orang kini akan dengan bangga berkata, ”saya dari Palembang.”


Palembang memang dikenal dengan Sungai Musi dan Jembatan Amperanya. Namun sebetulnya masih banyak lagi tempat wisata yang pantas untuk dikunjungi. Apa itu? Ini dia...

Palembang Kota Wisata Air

Sungai Musi membelah kota Palembang sehingga membagi peta wilayah menjadi dua bagian. Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Seberang Ilir memang didominasi menjadi kawasan perdagangan, sedangkan Seberang Ulu menjadi kawasan pemukiman (walaupun kini keduanya berkembang sama rata).


Dengan menggunakan Ketek –perahu sampan khas Palembang, mengunjung dapat menyelusuri Sungai Musi menuju ke beberapa tempat wisata lain, seperti kawasan Palembang Tua Kampung Kapitan, Masjid Berusia Ratusan Tahun Ki Marogan, Restorang Terapung, Kawasan Industri PT Pusri, Taman Pertamina Bagus Kuning, Pulau Kemaro dan banyak tempat lainnya. Atau setidaknya, menyusuri Sungai Musi sambil melihat kemegahan Jembatan Ampera saja cukup menyenangkan.

Apalagi setelahnya menyeruput secangkir kopi di atas Warung Terapung.




Palembang jauh lebih hidup jika malam hari. Wisatawan juga terlihat lebih ramai jika senja telah datang. Cuaca di Palembang memang cukup panas. ”Panas bedengkang,” kata orang Palembang untuk menggambarkan terik matahari yang sangat menyengat. Di malam hari, kawasan wisatawan Benteng Kuto Besak (yang belakangan sering digunakan untuk tempat konser artis ibukota) akan jauh lebih ramai.

Siapa sangka, Benteng Kuto Besak (BKB), benteng peninggalan zaman penjajahan, yang berdiri tepat ditepian sungai Musi, kini tampil elok dan nyaman. Banyak orang yang sengaja datang ke BKB hanya untuk sekedar relaksasi, menikmati alunan sungai Musi dan cahaya kerlap kerlip yang terdapat pada sekeliling Jembatan Ampera. Jika mau, pengunjungpun dapat menikmati Sungai Musi langsung di atas Ketek.




Wisata Sejarah Di Palembang

Masih di kawasan BKB, terdapat dua Museum yang menyimpan beragam jenis peninggalan kebudayaan dan peninggalan sejarah kota Palembang.


 Di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, pengunjung dapat mengetahui sejarah berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Dengan bantuan tour guide, pengunjung dapat mendapatkan informasi detail akan sejarah kota Palembang.





Berbagai macam foto, lukisan, dan benda-benda bersejarah terkumpul rapi di sini. Benda-benda yang menggambarkan kebudayaan kota Palembang juga tersimpan rapi.

Misalnya saja model pelaminan yang biasa digunakan ketika dilangsungkannya sebuah prosesi pernikahan. Pakaian adat, kamar pengantin raja-raja Sriwijaya, semua dapat disaksikan di museum ini.



Di Museum Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat), pengunjung dapat melihat peninggalan peralatan perang, seperti berbagai jenis senjata dan meriam. Di Museum ini juga tersimpan beberapa jenis mata uang kuno.

Keistimewaan utama museum ini adalah bagian atapnya. Jika pengunjung mau sedikit bersusah payah dengan cara menaiki atap gedung dengan menggunakan tangga, maka pengunjung akan disuguhkan pemandangan kota Palembang dari ketinggian.

Sejauh mata memandang, pengunjung dapat melihat keadaan kota Palembang secara menyeluruh.

Pulau Cinta



Sebuah kisah percintaan antara seorang Putri Raja dan Pemuda Tionghoa menghiasi awal mula terbentuknya pulau kecil bernama Pulau Kemaro. Pulau Kemaro berada di tepian sungai Musi, kira-kira 20 menit perjalanan menggunakan Ketek dari Dermaga Benteng Kuto Besak. 

Pulau yang tidak pernah kebanjiran itu (walaupun air sungai Musi tengah pasang) dikatakan terbentuk dari undukan makam Putri Raja dan Pemuda Tionghoa yang jalinan cintanya tidak disetujui oleh orang tua masing-masing. Begitu uniknya kisah pulau ini bahkan salah satu rumah produksi ternama sempat mengangkat kisah ini menjadi sebuah sintron.

Pulau Kemaro di hari biasa memang tidak terlalu ramai. Ini disebabkan biaya menuju ke sana cukup mahal. Antara 100 hingga 200 ribu. Biaya mahal ini menjadi tidak terlalu terasa jika digunakan secara berkelompok sehingga bisa patungan. 

Namun, di hari besar umat Budha, -Imlek misalnya, Pulau Kemaro akan dipadati banyak orang, bahkan oleh wisatawan asing. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah kuil tua yang banyak digunakan untuk beribadah. 

Berbagai macam pertunjukkan juga sering dilaksanakan di sana. Belakangan pemerintah membangun sebuah pagoda berlantai 9 di pulau kecil ini. Itu semua dilakukan untuk menarik minat wisatawan lebih banyak.

Palembang Tempat yang Tepat untuk Memanjakan Perut



Palembang surganya makanan enak. Wisata kuliner adalah wisata yang rasanya bisa dinikmati oleh semua orang. Maka tak jarang, seorang wisatawan datang ke Palembang hanya untuk menikmati wisata kuliner saja. 

Palembang memang dikenal dengan makanan hasil olahan ikan. Rasanya tidak ada orang yang tidak tahu prihal Pempek. Yang paling terkenal adalah Pempek Kapal Selam. 

Namun tahukan bahwa Pempek sendiri banyak jenisnya, bahkan bisa sampai lebih dari 10 jenis. Ada Pempek Kapal Selam, Pempek Lenjer, Pempek Pistel, Pempek Tahu, Pempek Adaan, Pempek Lenggang, Pempek Kulit, Pempek Panggang, Pempek Kerupuk, Pempek Telor, Pempek Gendum (Godo). Belum lagi olahan bahan dasar pempek yang bisa dibuat menjadi Model, Tekwan, Celimpungan, Laksan dan lain sebagainya.

Untuk makanan berat, Palembang terkenal dengan berbagai macam jenis Pindang (semacam sup dengan racikan bumbu lengkap). Seperti Pindang Tulang, Pindang Patin, Pindang Ayam, Pindang Ikan Gabus dan masih banyak lagi.

Dua jenis makanan lain yang cukup terkenal adalah Martabak HAR dan Mie Celor. Keduanya dimasak dengan cara khas.

 Martabak HAR adalah martabak India dengan kuah kari. Dimasak dengan cara khas yang hanya bisa dilakukan oleh sebagian orang saja. Sedangkan Mie Celor adalah Mie yang dicelor (dicelupkan ke air panas beberapa detik saja) yang disajikan bersama kuah yang juga khas.

Mie Celor

Masih banyak lagi makanan-makanan khas lainnya. Pengunjung tidak akan kesulitan menemukan makanan-makanan tersebut, karena hampir warung makanan di Palembang menyediakan makanan tersebut. Harganya juga tidak terlalu mahal. Bahkan untuk jajanan pinggir jalanpun rasanya tak kalah lezat dibandingkan warung yang secara tampilan lebih menarik. Jadi tinggal disesuaikan dengan budget yang tersedia.

Waktu yang Tepat untuk Berlibur ke Palembang

Pengunjung dapat datang ke Palembang kapanpun mereka bisa. Namun ada waktu-waktu tertentu yang jika digunakan untuk berlibur maka akan lebih terasa kemeriahannya. Diantaranya adalah Sekitar pertengahan Juni, karena pada tanggak 17 Juni, Palembang merayakan hari jadinya. Biasanya di bulan Juni banyak diadakan acara-acara bertaraf internasional yang sangat sayang jika dilewatkan, misalnya saja Festifal Sriwijaya yang biasanya turut dimeriahkan oleh beberapa negara sahabat.

Waktu yang asyik lainnya adalah ketika peringatan hari kemerdekaan. Tepat di tanggal 17 Agustus, akan diadakan lomba balap perahu tradisional (dikenal dengan nama Lomba Bidar), Lomba Perahu Hias, Parade Mobil dan lain sebagainnya. 

Berbagai macam kerajinan khas juga muncul pada waktu tersebut, misalnya Telok Abang yang notabene adalah mainan anak-anak yang terbuat dari gabus. Semua melengkapi kemeriahan hari jadi sekaligus membuat Palembang lebih berwarna warni.

Sedikit Informasi Lagi Mengenai Palembang

Tempat pariwisata Palembang hanya terpusat di dalam kota. Jadi jika pengunjung mengharapkan suasana pegunungan atau keindahan pantai, maka Palembang bukanlah tempat yang tepat. 

Untuk objek wisata alam, pengunjung dapat mendatangi daerah Pagar Alam (sekitar 5 sampai 6 jam dari pusat kota) untuk menikmati sejuknya hawa pegunungan, kebun teh dan wisata air terjun. 

Atau juga pengunjung dapat melihat keelokan Danau Ranau, yang tak kalah indah dengan Danau Toba yang berada di Sumatera Utara. Jika ingin mencoba keindahan pantai, pengunjung bisa menyeberang ke Pulau Bangka yang hanya jarak tempuhnya hanya 3 jam menggunakan speedboat.

Walau tindak kriminal sudah jauh berkurang, dan penjagaan di seputar tempat wisata sudah makin banyak, tidak ada salahnya pengunjung untuk tetap berhati-hati. Bagian yang tampak semerawut adalah sektor transportasi kota. 

Keberadaan bus kota memang sudah sangat meresahkan, karena biasanya menjadi penyebab kemacetan. Tapi jangan pula membayangkan kemacetan di kota Palembang seperti halnya kemacetan Jakarta. 

Kabar baik bagi masyarakat palembang di bidang ini, karena menurut kabar, Desember 2009, TransSriwijaya (mirip TransJakarta) mulai dapat dioperasikan. Diharapkan dengan adanya TransSriwijaya, masyarakat dan juga wisatawan akan semakin betah berada di Palembang.

Jadi, Tunggu apa lagi? Segera jejakkan langkah kaki kalian ke Bumi Sriwijaya ini :)

Sumber : http://masfathin.multiply.com/journal/item/206

Langganan