Mega Bakar Semangat Pendukung ESP

"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...

Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...

Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera

SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..

Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...

Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...

Profil H.Eddy Santana Putra

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Jumat, 09 November 2012

Pameran & Kontes Bonsai Nasional ESP CUP 2012 Diresmikan

Pameran & Kontes Bonsai Nasional ESP (Eddy Santana Putra) Cup 2012 hari ini, Kamis (8/11/2012) pukul 10.00, diresmikan sekaligus diumumkan hasil kontes oleh Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT.Pameran dan Kontes Bonsai ini diselenggarakan di Palembang Trade Center (PTC) Mall, 2-11 November 2010. Pameran terselenggarakan atas kerjasama Perkumpulan Penggemar Bonsa Indonesia (PPBI) Kota Palembang dan PPBI Pusat dengan Pemerintah Kota Palembang. 
Eddy Santana Putra didampingi istri saat pembukaan kontes Bonsai

Anggota Tim Juri Utama dan Madya Wawang dan Gunari Yanto, Rabu (7/11/2012), mengemukakan itu. Menurutnya, kontes ini empat kali dilaksanakan di Palembang untuk tingkat Nasional dan Kelas Utama  dua kali dan Kelas Regional dua kali. Untuk tingkat Indonesia, kontes ini hampir setiap minggu dilaksanakan di berbagai kota berbeda.“Dalam penilaian Kontes Bonsai ada 4 kolom (Performa, Gerak Dasar, Keserasian Kematangan) yang semuanya harus mempunyai kreteria Indah dan Bagus. Bila semuanya terpenuhi, bonsai itu keluar sebagai pemenang,” kata Wawang.
Dalam kontes, bonsas\i dibagi empat kategori atau tingkat yaitu Regional—harus mengikuti kontes dan pameran terlebih dahulu dan mendapat penilaian Baik dan Baik Sekali. Kalau itu terpenuhi, peserta naik ranking dan bisa mengikuti kontes Tingkat Madya—yang harus mempunyai penilaian Baik dan Baik Sekali satu kali.
“Setelah itu, peserta bisa mengikuti Kelas Utama  dengan mendapat penilaian baik dan baik sekali sebanyak tiga kali, maka bisa mengikuti Kelas Bintang yang sudah termasuk Tingkat The Best, yang selanjutnya pada tanggal 14 November 2012 dilanjutkan di kota lainya,” kata Gunari.Sekretaris PPBI Kota Palembang Candra mengatakan, “Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Palembang diketuai oleh Ashari. Pameran dan Kontes Bonsai ini merupakan agenda rutin PPBI yang bekerjasama dengan Pemkot Kota Palembang, yang sudah digelar dari tahun 2007, 2009, 2011 dan 2012 dengan hadiah ESP CUP.
Kontes Tingkat Nasional diselenggarakan di Palembang pada tahun 2009 dengan Tingkat Madya. Tahun 2011 digelar kontes Tingkat Utama. “Kontes sekarang ini diikuti dari beberapa kota di Indonesia di antarannya Kota Jambi, Bengkulu, Lampung, Medan, Lombok, Linggau, Depok, Jakarta, Makasar, Wonosobo, Bekasi, Riau, Tanggerang, Sumenep dan Madura dengan 200 Pohon Bonsai yang akan memberikan Trophy Best Inso, Best Ten dan juga Trophy Regional 1, 2 dan 3 juga Trophy Madya 1, 2 dan 3 serta Trophy Utama 1, 2 dan 3 pada Hari Kamis tanggal 8 November  hari ini, diumumkan pemenangnya sekaligus peresmian oleh Walikota Palembang.
Diakuinya,   maksud dan tujuan dari acara ini adalah memasyarakatkan bonsai di Kota Palembang dan Meningkatkan Ekonomi para Petani Bonsai Kota Palembang dan mendukung Program dari Pemerintah Kota Palembang dengan Clean, Green, Blue City. (eddi hasan)

sumber : sumselpost.com

Rabu, 07 November 2012

ESP : 100 M Untuk Perbaiki Jalan


Pemerintah Kota Palembang (Pemkot) tahun 2013 nanti akan mengusulkan anggaran dana sekitar Rp 100 miliar khusus untuk perbaikan jalan.Hal ini dilakukan karena sudah banyak jalan-jalan di Kota Palembang yang perlu diperbaiki.

“memang ada peningkatan yang cukup tinggi untuk perbaikan jalan.Biasanya hanya Rp 50 miliar.Kita ingin fokus untuk perbaikan jalan,” kata Walikota Palembang, Eddy Santana Putra di Pemkot Palembang, Selasa (6/11).

Menurut Eddy, beberapa ruas jalan harus diperbaiki tersebar dibeberapa Kecamatan. Diantaranya, di Tegal Binagun, Sukabangun II, Permunas Talang Kelapa, HBR Motik Dan lain-lain.
“Kita targetkan 2013 zero hole. Harapannya, tidak ada lagi jalan berlubang di Palembang. Karena itu, kita Fokus untuk memperbaiki Infrasturuktur di Palembang,” Jelas Eddy.

Namun, lanjut Eddy, pihaknya tidak akan membangun jalan baru.Tapi, hanya perbaikan jalan saja.”Untuk pembangunan jalan baru, itu kami serahkan ke Provinsi dan Pemerintah Pusat. Kerena, ada jalan provinsi da jalan negara,”bebernya. 

Sementara itu, untuk tahun depan pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 100 miliar, khusus untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak,”ujarnya.

Dia menambahkan, untuk angggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) tahun 2013 diproyeksi mengalami peningkatan hingga Rp 2,5 triliun.”Banyak Penambahan PAD seperti dari BPHTB dan PBB. Tahun 2012 hanya 1,9 triliun, tahun depan Rp 2,5 triliun, dengan begitu bisa lebih optimal perbaikan infrasturuktur dan pendidikan,” pungkasnya. 

(sumber: harian Palpos)

Senin, 05 November 2012

Mamah Dedeh Tausiyah dari Teras Rumah Panggung

Ustazah Mamah Dedeh Rosyidah (61), memenuhi permintaan warga Desa Limbangjaya, Kecamatan Tanjungbatu, Ogan Ilir. Ia tampil lima menit di teras rumah panggung menghadap ke ratusan warga yang sudah menunggunya sejak pagi.

Di Limbangjaya, Mamah Dedeh yang menyertai kunjungan Ketua PDI-P Sumsel, Eddy Santana Putra, Senin (5/11/2012), disambut hangat warga.
Di desa dijadwalkan hanya istirahat dan makan siang setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam.

Setelah mengucapkan, Mamah Dedeh menyampaikan tausiyah sekitar lima menit. Selain mengingatkan untuk mendirikan shalat, ia mengajak masyarakat memilih calon pemimpin yang amanah dan sudah terbukti hasil kerjanya.

Eddy Santana didampingi Ny H Eva Tuti Alawiyah, hanya singgah untuk makan siang di rumah keluarga Andi Wijaya Busroh, Kepala Dinas Penerangan dan Lampu Jalan Palembang.

Walikota Palembang Eddy Santana, membalas sambutan hangat warga dengan jabatan tangan. Desa Limbangjaya, desa yang terkenal dengan industri perajin besi dan tenun songket.
Warga pampangan semangat menyambut ESP
ESP di elu-elukan warga Pampangan
ESP menyalami warga pampangan yang meng-elu-elukannya
Desa Limbangjaya, sempat menjadi pemberitaan nasional. Akhir Juli 2012 lalu, desa ini diserbu aparat Brimob Polda Sumsel.

Dalam insiden berdarah itu, seorang remaja kelas satu tsanawiyah tewas ditembus peluru aparat di bagian kepala. Sejumlah korban lain, termasuk ibu-ibu terkena tembakan Brimob Polda Sumsel.

Ketika itu, ratusan aparat Brimob bersenjata lengkap melakukan patroli di desa tersebut. Desa ini berada di sekitar arel perkebunan tebu PTPN VII Cinta Manis.

Warga 21 desa di Kecamatan Tanjungbatu, termasuk Desa Limbangjaya, menuntut ganti rugi --atas lahan yang digunakan perusahaan pabrik gula milik negara-- yang dipakai untuk perkebunan tebu.

Sumber : Sripoku.com

Minggu, 04 November 2012

Eddy Santana dan Mama Dedeh Disuguhi Lakso Pampangan


Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra, Minggu (4/11/2012),  disuguhi hidangan makanan khas lakso di rumah kader partai di Desa Pampangan, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir.

Acara makan lakso --mie putih terbuat dari tepung beras disantap pakai kuah santan-- ini merupakan hidangan sisipan walikota Palembang saat menghadiri undangan perkawinan di Pampangan. Eddy Santana, didampingi Ny Eva Santana (bernama asli Ny Hj Tuti Alawiyah) hari ini bertemu dengan kader partai dan simpatisan.

Dalam pertemuan itu, masyarakat mendengarkan tausiyah dari ustazah Mama Dedeh Rosyidah (61), daiyah kondang yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui televisi. Sebelum menuju lokasi pertemuan, Mama Dedeh ikut menikmati sajian lakso. Kuliner yang dinilainya istimewa.

Kunjungan calon gubernur Sumsel ini, Eddy Santana didampingi wakil ketua dan anggota DPRD Sumsel MA Gantada dan Yudha Rinaldi, serta wakil ketua PDI-P Sumsel Ishak Julian Yusuf alias Yan Nadjib.
sumber : sripoku.com

Sabtu, 03 November 2012

ESP: Jalan Tanjung Api-api Harus Dilanjutkan


Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumsel, Eddy Santana Putra, menyatakan bahwa pembangunan Jalan Palembang-Tanjung Api-api, Banyuasin (Sungsang, Selat Bangka) harus dilanjutkan.
"Lima tahun terakhir, penyelesaian pembangunan jalan ke Tanjung Api-api terhenti. Sekarang, justeru rusak parahn," kata Eddy Santana, di hadapan masyarakat Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang, Banyuasin, Sabtu (3/11/2012).

KTM Telang merupakan lokasi eks-transmigrasi Jalur-17 Tanjunglago.
Sepeluh tahun terakhir, telah merasakan manfaat pembangunan jalan TAA. Produksi beras dan pertanian di kawasan Banyuasin sebelah timur ini, dapat diangkut melalui darat. Begitupula akses ke kawasan ini sampai ke Sungsang di muara Sungai Musi, dapat dilalui kendaraan roda dan roda empat. Kondisi jalan TAA yang baik, akan meningkatkan perekonomian. Bukan hanya perkembangan ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga perekonomian Sumsel keseluruhan dan secara nasional.

"Pelabuhan terbuka, batu bara bisa diangkut keluar Sumsel, industri di kawasan ini akan terbuka. Bukan saja industri yang berkembang, tetapi juga kesempatan kerja bagi masyarakat lokal," kata Eddy saat berpidato dan memohon doa restu mencalonkan diri dalam pemeilihan Gubernur Sumsel pada 6 Juni 2012.

Sebelumnya, Mamah Dedeh Rosyidah (61), ustazah ternama, menyampaikan tausiyah. Seraya mengingatkan masyarakat agar pandai-pandai memilih pemimpin. Yakni memilih pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat.

Di sini, Eddy Santana menyampaikan niatnya dan memohon doa restu karena ia akan mencalonkan diri untuk pemilihan gubernur pada 6 Juni 2013 mendatang.

Eddy dan Fungsionaris DPD PDI-Perjuangan Sumsel
Eddy dan Fungsionaris DPD PDI-Perjuangan Sumsel
Dalam silaturahmi itu, Eddy Santana didampingi fungsionaris PDI-P Sumsel dan anggota DPRD MA Gantada dan Yudha Rinaldi (wakil ketua dan sekretaris Komisi IV). Serta Wakil Ketua PDI-P Sumsel Ishak Julian Yusuf alias Yan Nadjib, dan Wakil Sekretaris Usman Effendi SH MH.


Sumber : sripoku.com

Jumat, 02 November 2012

Mamah Dedeh: Pilih Pemimpin yang Amanah dan Telah Terbukti

Ribuan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin menghadiri Tabligh Akbar Mamah Dedeh yang diselenggarakan oleh Yayasan Bunda Eva dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan Ir H Eddy Santana Putra MM di Sport Hall Sekayu, Jumat (2/11/2012).

Selain antusias mendengarkan tausiah dari Mamah Dedeh, masyarakat yang kebanyakan dihadiri oleh ibu ibu berjilbab merah ini juga bersemangat mendengarkan sambutan dari H Eddy Santana Putra yang akan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan periode 2013-2018. "ESP..... bisa, bisa, bisa gubernur," teriak ibu ibu ini.
Dalam sambutannya Eddy bertekad akan lebih memajukan Provinsi Sumatera Selatan kedepannya.
Menurut Eddy meskipun Provinsi Sumsel terkaya kelima dari provinsi lain namun kesejahteraannya masih ada diurutan ke-17 se Indonesia.

Kondisi ini juga yang menguatkan hati Eddy untuk memimpin Sumatera Selatan periode mendatang.

Kepada masyarakat, Eddy meminta untuk mendoakan dan merestui dirinya agar sukses dalam pilkada gubernur yang akan digelar pada bulan Juli 2013 mendatang.    

Sementara itu Mamah Dedeh dalam tausiahnya meminta kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang amanah dan telah terbukti apa yang telah dilakukannya dalam membangun suatu daerah.

"Jangan sembarang pilih pemimpin pilih yang sudah terbukti. Pemimpin itu harus bisa melayani rakyat bukan minta dilayanani rakyat," katanya. 

Selasa, 30 Oktober 2012

Eddy Santana Menaymbangi Kader Partai Di Talang Ubi

Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI)-Perjuangan Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra, Selasa (30/10/2012) siang, menyambangi kader partai di Pendopo Talangubi, Muaraenim.

Ini merupakan rangkaian konsolidasi struktur partai sampai ke tingkat desa. Sehingga saat itu, sudah mencapai 120.000 struktur partai, untuk memenangkan pemilihan bupati, walikota dan gubernur tahun 2013
"Tidak ada kata kalah. Mari kita berjuang dan bekerja keras. Hanya dengan kerja keras dan sungguh-sungguh untuk berhasil," kata Eddy Santana.

Ke depan, PDI-Perjuangan akan memajukan kader sendiri untuk tampil sebagai calon dalam Pilkada.

"Kita buktikan, bahwa PDIP mampu dan memiliki kekuatan," katanya.
dalam konsolidasi ini, Eddy Santana didampingi oleh Wakil Ketua PDIP Sumsel Ishak julian Yusuf alias Yan Nadjib, Wakil Ketua dan anggota DPRD Sumsel MA Gantada dan Giri Ramanda Kiemas.

Giri Ramanda akan maju sebagai calon Bupati Muaraenim untuk pemilihan bulan April 2013.

sumber : sripoku.com

Langganan