Mega Bakar Semangat Pendukung ESP

"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...

Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...

Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera

SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..

Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...

Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...

Profil H.Eddy Santana Putra

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Tampilkan postingan dengan label Merakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merakyat. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

ESP: PNS Jangan Takut


DALAM mewujudkan Sumatera Selatan ke depan yang lebih baik, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sangat dibutuhkan di lingkungan birokrasi.

Tapi akibat suksesi politik, SDM yang berkualitas terkadang tidak tergunakan. Oleh karena itu, calon Gubernur Sumatera Selatan periode 2013-2018, Eddy Santana Putra (ESP) menjamin tetap akan menilai SDM di birokrasi secara profesional, bukan berdasarkan kepentingan politiknya.

“Jika saya terpilih menjadi Gubernur Sumsel, saya tidak akan menempatkan para pejabat di pemerintahan berdasarkan perilaku politik saat ini. Saya akan tetap menilainya secara profesional. Sebab guna membangun Sumsel yang lebih baik di masa mendatang, kita membutuhkan SDM yang berkualitas, termasuk di lingkungan birokrasi. Jadi para PNS jangan takut,” kata Eddy Santana Putra saat ditanya wartawan mengenai adanya dugaan sejumlah birokrat yang saat ini turut membantu sosialisasi sejumlah calon Gubernur Sumsel, di Palembang, Sabtu (20/04/2013).

“Kalaupun itu benar, saya tidak menyalahkan mereka. Saya percaya sebagian mereka terpaksa melakukannya. Saya tetap menilai SDM di birokrasi berdasarkan kemampuannya. Jika saya terpilih menjadi Gubernur Sumsel, saya tidak akan menilai SDM di birokrasi berdasarkan
perilaku tersebut. Sekali lagi para PNS jangan takut,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel ini.

Eddy menilai salah satu dampak negatif dari pemilihan langsung, yakni banyak kepala daerah memilih SDM di jajaran pemerintahan berdasarkan kepentingan politik bukan berdasarkan kualitasnya, akibatnya pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat terkadang tersendat-sendat atau tidak focus.

“Perilaku seperti itu sudah harus ditinggalkan,” kata Eddy.

Walikota Prabumulih Ajak Warganya Menangkan ESP

PRABUMULIH - Walikota Prabumulih, Rahman Djalili, mengajak masyarakat Prabumulih untuk memenangkan Eddy Santana Putra dan Wiwiet Tatung (ESP WIN) pada pemilihan Gubernur Sumsel.

Menurutnya di hadapan warga Prabumulih, Sabtu (20/4/2013), keberhasilan Eddy Santana Putra membangun Palembang tidak perlu diragukan lagi.

Berkat tangan dingin ESP berbagai penghargaan diraih di berbagai bidang.

"Kesuksesan itu akan ESP lanjutkan di Sumsel, maka kita harus yakin dengan terpilihnya beliau Sumsel akan lebih maju lagi. Itu sebabnya mari kita bersama-sama memenangkan ESP menjadi Gubernur Sumsel," ungkap dia.

Senada dengan Mama Dedeh, penceramah kondang tersebut mengatakan, keseriusan ESP membangun Sumsel tak perlu diragukan lagi. Eddy Santana sosok pemimpin yang amanah.

"Dia berhasil memimpin Palembang sepuluh tahun terakhir dengan sukses, perubahan terlihat nyata. Maka sumsel akan lebih baik jika dipimpinnya," kata dia.

Eddy Santana Dicegat di Komering

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Calon Gubernur Sumsel, Eddy Santana Putra, Senin (22/04/2013) siang, menyusuri jalan menuju kota Martapura, Kabupaten OKU-Timur.

Rombongan nyaris berhenti setiap desa, karena kader partai dan pendukung calon gubernur nomor urut 1 (satu) ini telah berjejer di posko-posko pemenangan pasangan Calon Gubernur ESP-Win.

Kader dan pendukung yang mengetahui kunjungan Eddy Santana yang disertai Ny Hj Eva Santana, di sepanjang Jl Kopmering (Kayuagung-Martapura), menyatakan ingin bertemu langsung dengan calon gubernur Sumsel.

Konvoi kendaraan rombongan, hampir berhenti di setiap desa. Di Desa Gunungjati dan Desa Ulakbaru, Kecamatan Cempaka, berhenti cukup lama.

Di posko membangun tenda khusus untuk menyambut kedatangan Eddy Santana Putra.

Di Desa Ulakbaru, Eddy Santana sempat mendengarkan suara masyarakat.

Juru bicara warga menyampaikan dukungan dan meminta perhatian khusus untuk meningkatkan pendapatan warga desa.

Menurut rencana, menjelang tengah hari seharusnya rombongan sudah berada di Belitang. Namun hingga pukul 13.00 Eddy Santana yang datang bersama Ustazah Hj Dedeh Rosidah alias Mama Dedeh, masih berada di Desa Ulakbaru.

Wiwiet Tatung Yasinan Bersama Anak Yatim

PALEMBANG - Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Anisdja Djuita Supriyanto, yang akrab dipanggil Wiwiet Tatung menghadiri yasinan bersama ulang tahun Apri Reza Fachtoni yang akrab disapa Toni Tatung, adiknya yang memasuki usia 54 tahun.

Yasinan ini berlangsung hikmat di kediaman Toni Tatung yang berada di Jalan Talang Semut Nomor 24 Palembang ini dihadiri anak yatim yang berasal dari empat panti asuhan di Palembang.

Masing-masing Panti Asuhan Mahabatul Ummi, Al Hikmah, Al Farhan, dan Fatonah yang berada Cambai Agung Palembang dan Bukit Besar Palembang.

Sebelumnya pada pukul 00.00 tadi malam Eddy Santana Putra (ESP) bersama tim pemenangannya memberikan ucapan selamat atas ulang tahun Toni.

Toni Tatung merupakan putra ke lima dari sembilan bersaudara pasangan Syamsul Bahri Oemar dan Hj Delima. Dia lahir di Palembang, 22 April 1959 silam.

Toni yang menikah dengan Novita Yuliesty itu dalam sambutannya mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat yang telah diperolehnya selama ini.

Terhadap pencalonan kakaknya sebagai Wakil Gubernur Sumsel mendampingi ESP, Toni mengatakan dirinya dan keluarga besar akan mendukung jiwa dan raga atas pencalonan tersebut.

Minggu, 13 Januari 2013

ESP: Saya Akan Berikan kartu Sehat dan Kartu Cerdas

Gelumbang-  MC PDI Perjuangan
Calon Gubernur Sumsel dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Eddy Santana Putra, merespon secara khusus model kampanye hitam (black campaign) yang dilancarkan calon dan tim sukses calon gubernur lain yang ditujukan kepadanya "Soal kampanye hitam yang menjelek jelekan saya, itu jangan dianggap penting.



Sekarang saya tegaskan bahwa sebagai laki-laki, saya sangat menghormati perempuan. Perempuan yang menjaga kehormatan keluarga," kata Eddy Santana dalam acara silaturahmi dengan ribuan warga Kecamatan Gelumbang, Muaraenim, di Desa Sigam, Minggu (13/01/2013).

Dalam Kesempatan itu Eddy Satana mengatakan akan mengembangkan kartu cerdas dan kartu sehat untuk menyubsidi layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.

Di hadapan warga Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Calon Gubernur Sumsel tersebut menjanjikan perbaikan pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Model program kartu cerdas dan kartu sehat, serupa ini sudah dimulai oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Menurut Eddy Santana, masyarakat jangan terkecoh dengan ungkapan sekolah dan berobat gratis. Karena biaya pendidikan dan kesehatan menggunakan anggaran negara.

"Tugas pemimpin, tugas seorang gubernur untuk melayani masyrakat. Tugas gubernur pula untuk mencerdaskan dan memberi layanan kesehatan," kata Eddy Santana.

Acara silaturahmi yang berlangsung diguyur hujan deras. Warga bergeming dan antusias mengikuti acara pertemuan dengan calon gubernur Eddy Santana Putra, sampai akhir acara mendengarkan tausiyah Mama Dedeh alias Hj dede Rosyidah.

Eddy Santana yang disertai Ny Eva Santana alias Hj Tuti Alawiyah, tampil bersama pasangan calon bupati Muaraenim, Syahril Djemalip-Giri Ramandha Kiemas.

Tokoh masyarakat Gelumbang, Ali Hanafiah, masyarakat pemilih di wilayah itu, mendukung sepenuhnya pencalonan ESP dan pasangan calon bupati, sebagai pemimpin pada 2013-2018. Serta MA.Gantada, Seketaris DPD PDI Perjuangan Sumsel dan Beni Hernedi Wakil Bupati Muba yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Muba.
Sementara itu, Ustazah Hj Dede Rosyidah (60) atau yang akrab disapa Mama Dedeh, mengingatkan agar tidak menghina sesama apalagi menghina perempuan.

"Apalagi perempuan sendiri yang menjelek-jelekan perempuan lain. Karena yang menjelekkan perempuan itu, belum tentu lebih baik dari perempuan yang dihina itu," kata Mama 

Dalam tausiyah itu, Mama Dedeh mendengarkan pertanyaan dari masyarakat yang hadir. Setiap pertanyaan diajukan mulai persoalan aqidah, syariah dan muamallah termasuk persoalan trend penggunaan kawat gigi. Setiap pertanyaan langsung dijawab dengan lugas.

Tim Expand ESP

ESP dan Calon Bupati Muaraenim Silaturahmi dengan Warga Gelumbang





Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Eddy Santana Putra, Minggu (13/01/2013), hadir di hadapan warga Kecamatan Gelumbang, Muaraenim, Sumatera Selatan.

Eddy Santana selaku calon Gubernur Sumsel didampingi pasangan calon bupati Muaraenim Syahril Djenalip dan Giri Ramanda Kiemas, bersilaturahmi dengan ribuan warga Gelumbang.

Acara yang berlangsung di Desa Sigam, sekitar lima kilometer dari Kota Gelumbang, menampilkan ustazah Hj Dede Rosyidah atau yang dikenal dengan nama Mama Dedeh.

Minggu, 23 Desember 2012

Istri Eddy Santana Bagi-bagi Bunga

 
Bunda Eva Berbagi Bunga
Istri Walikota Palembang Hj Eva Santana Putra menbagi-bagikan bunga kepada pengendara motor terutama ibu-ibu, di Simpang Lima DPRD Sumsel, Sabtu (22/12/2012).Pembagian bunga dan tempat sampah kepada pengendara motor dalam rangka memeriahkan Hari Ibu 2012.

Sripoku.com

Selasa, 04 Desember 2012

Pemkot Palembang Rancang Kartu Pintar untuk Anak Kurang Mampu

PALEMBANG -- Pemkot Palembang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) akan merancang konsep kartu pintar yang diperuntukkan bagi anak tidak mampu. Meski belum jelas seperti apa bentuk dan sistem kartu pintar ini, namun diharapkan bisa menjadi salah satu jaminan mendapatkan pendidikan layak di Bumi Sriwijaya ini.

 "Kita ingin anak-anak kita yang kurang mampu mendapatkan pendidikan berkualitas dengan kartu ini. Sementara kita pelajari dulu seperti apa nantinya," ujar Walikota Palembang H Eddy Santana Putra dibincangi usai menjadi keynote speaker Seminar Teaching Revolution di OPI Convention Center Jakabaring, Selasa (4/12/2012).

Dijelaskan, pengembangan kartu pintar ini dilakukan agar semua anak bisa menikmati pendidikan. Saat ini, kata Eddy, Angka Partisipasi Kasar (APK) anak di usia SD sudah 106 persen, APK SMP 103 persen dan APK SMA 98,12 persen. Salah satu upaya untuk meningkatkan APK SMA adalah dengan menambah ruang kelas baru (RKB). Tahun ini, pihaknya menambahkan RKB di 13 sekolah dengan dana Rp 100 miliar.

"Tahun 2013, kita anggarkan lagi Rp 100 miliar untuk menuntaskannya," ujar Eddy.

Tak hanya peningkatan APK sekolah, pihaknya sudah merumuskan kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lulusan sekolah seperti pembangunan ruang perpustakaan, pengadaan meubeler seperti meja dan kursi, rehab laboratorium MIPA, pengadaan buku teks pelajaran, pengembangan sistem manajemen mutu ISO:2008 dan sharing program sekolah gratis. Menurutnya, konsep pendidikan juga harus modern dan tidak lagi konvensional. Dengan konsep modern, metode pembelajaran diubah lebih menyenangkan. Dengan begitu, suasana kelas tidak lagi dibuat satu arah namun
moving class.

"Ini yang akan kita tuju, di sekolah pendidikannya lebih menarik, bisa dilakukan dengan cara permainan sehingga pelajaran matematika lebih mudah dan menyenangkan. Interaksi guru dan murid pun harus di ubah," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Riza Fahlevi menambahkan, anggaran Rp 100 miliar untuk pendidikan ini digunakan untuk berbagai aspek seperti pelatihan guru ke Universitas Ciputra, beasiswa pendidikan 108 calon guru MIPA ke Surya Institute dan penambahan RKB.

"Penambahan RKB ini untuk 7 sekolah, masing-masing sekolah akan ditambah 18 ruang. Artinya, minimal kita akan menambah 126 RKB," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Riza juga mengharapkan ke depan para guru lebih semangat dalam menyongsong dinamika dan perubahan zaman. Apalagi tahun depan, kurikulum pendidikan juga akan berubah.

"Tidak perlu mengkhawatirkan perubahan kurikulum. Kalau guru menguasai materi dan strategi belajar mengajar dengan baik, kurikulum apa pub pasti bisa dijalankan," tandasnya.

sumber : http://palembang.tribunnews.com

Senin, 03 Desember 2012

Eddy Santana Perkenalkan Pelestarian Songket Palembang

Eddy Santana (kanan) mengamati kain songket Palembang
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Walikota Palembang Eddy Santana Putra memperkenalkan Ibu Hasanah, perajin kain tenun songket Palembang dalam forum Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Senin (3/12/2012).

Ibu Hasanah akan menerima penghargaan sebagai tokoh pelestari budaya, khusus tenun songket Palembang.

Ibu Hasanah, penenun songket yang ternyata menyimpan master dan pola dasar songket Palembang yang diberi judul tentang alam, mulai dari hewan dan motif tumbuhan.

Di hadapan Dekan FIB-UI Bambang Wibawarta dan civitas akademika, Eddy Santana mengajak FIB-UI terus menggali.

"Silakan datang. Kita akan fasilitasi untuk kepentingan ilmiah," kata Eddy Santana, dalam presentasi dengan tema: " Dari Imperium Sriwijaya Menuju Palembang Kini".

Ia mengajak semua pihak melakukan sesuatu untuk pelestarian songket di Sumsel.

"Saat ini mulai banyak perajin. Ibu Hasanah melestarikan motif-motif kain tenun songket tua," katanya.

"Terima kasih kepada FIB-UI yang telah mengangkat budaya Sumatera Selatan," katanya.

Sumber: Sripoku.com

Senin, 19 November 2012

ESP Bantu Kesenian Wayang Kulit Di Desa Nusa Jaya

ESP beri kata sambutan pada acara wayang

BELITANG- Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (DPD PDI-Perjuangan) Sumatera Selatan, Ir Eddy Santana Putra MT atau akrab disapa ESP, beserta Jajaran Fungsionaris DPD PDI Perjuangan sumsel. Menghadiri acara konsolidasi dan silahtuhrahmi dengan warga Desa Nusa Jaya Kecamatan, Belitang Tiga (BK3) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sabtu (17/11). Acara tersebut disambut hangat dan antusias oleh warga, bukan hanya dari masyarakat Desa Nusa Jaya yang hadir melaikan juga ada dari warga dari kab. Ogan Komring Ilir (OKI) yang datang.
Dalam Sambutannya Kepala desa Nusa Jaya Kecamatan, Belitang tiga (BK3), Yusman mengucapkan ribuan terima kasih kepada Eddy Santana Putra (ESP) atas bantuan Kesenian wayang Kulit dan kedatangan nya di Desa Nusa Jaya ini.
Sementara itu Musani selaku Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat dalam sambutannya mengatakan, jika ESP terpilih menjadi Gubernur sumsel nanti, kami berharap segala permasalahan ataupun kendala di Belitang, supaya eddy turun langsung kelapangan, walaupun hanya dalam satu bulan sekali dengan demikian Eddy bisa mengetahui apa saja yang menjadi kendala dan harapan masyarakat di belitang ini. Masyarakat BK3 ini meminta perbaikan infrastruktur jalan serta keamanan terjamin. Ujarnya.

Dilanjutkan Musani masyarakat Bk3 siap mendukung Eddy Santana Putra menjadi Gubernur sumsel pada Pemilukada gubernur 6 Juni 2013 mendatang. Tegasnya.

Eddy Santana Putra dalam sambutanya Ia mengucapkan terima kasih kepada semua kalangan masyarakat di desa Nusa Jaya yang antusias menyambut kedatangan kami dalam kunjungan ke beberapa Desa di Kabupaten, OKUT. Kedatangan saya merupakan Konsolidasi dan silahturahmi kepada masyarakat Nusa Jaya, melihat dan mendengarkan langsung kendala dan harapan dari warga Belitang yang telah di sampaikan dan saya melihat langsung hal tesebut. Ujarnya.

Eddy mengatakan bahwa pengalaman yang saya dapatkan memimpin kota Palembang, Insya Allah bisa di implementasikan pada pembangunan sumsel nanti, apalagi dengan APBD sumsel terkaya nomor lima di Indonesia, pasti kita bisa jadikan pembangunan sumsel yang terdepan nanti.

Dengan pembangunan yang merata di seluruh daerah sumsel, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Sebab sudah menjadi tugas pemimpin untuk menjadi pelayan rakyat, guna mensejahterahkan rakyat, bukan sebaliknya rakyat yang melayani pejabat. Tegas Eddy.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar acara wayang semalam suntuk dengan kolabarasi kedua dalang Ki Suparno Wonokromo dan Ki Mantep Sudarsono. (MC PDI Perjuangan Sumsel).
 
Sumber : http://www.dpd-pdiperjuangansumsel.com/berita-kegiatan/181-esp-bantu-kesenian-wayang-kulit-di-desa-nusa-jaya

Minggu, 18 November 2012

ESP Hampiri Warga OKI


Ogan Komering Ilir- Eddy Santana Putra (ESP) Ketua Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) Sumatera Selatan, yang juga Walikota Palembang beserta Jajaran Fungsionaris Partai di damping Mama Dede dalam Kunjungannya Tausia ke OKU Timur menghampiri Warga di Desa Terate Kec. SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) , Sabtu(17/11) dan Singga di Tempat Team Kemenang ESP di desa Terate.
Eddy Santan Putra (ESP) ESP dan Jajaran Fungsionaris Partai PDI-P di dampingi Mama Dede mengahampiri dan menyapa warga Masyarakat Desa Terate kec. SP.Padang di Selang waktu perjalanan acara Tausia konsolidasi dan silahturahmi bersama Mama Dede menuju Ke OKU Timur, dimana warga masyarakat Terate menyambut dengan Hangat dan antusias kedatangan Calon Gubernur Sumatera Selatan di Desa Tersebut.
Sambutan Meriah Layaknya Di lakukan warga mayarakat dari berbagai kalangan baik Pemuda Orang Tua , dan anak- anak .

Dalam kesempatan tersebut Eddy Santana Putra (ESP) beserta Mama Dede bedialog langsung dengan masyrakat dan Menyempatkan Berfoto bersama.
Sumber :http://edi-santana-putra.blogspot.com/2012/11/esp-hampiri-warga-oki.html

Kamis, 15 November 2012

Eddy Santana: Tidak Boleh Money Politics

Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan)Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra, mengingatkan pendukung dan simpatisan, harus jujur dan tidak akan melakukan praktik politik uang (money politics) dalam pemilihan gubernur Sumsel mendatang.

Pengelola Villa Dempo, H Nanang (73) bersama Eddy Santana dan Wakil Ketua DPRD Sumsel MA Gantada, serta Yan Nadjib di kaki Gunung Dempo, Pagaralam, Rabu (14/11/2012)
"Kita tidak akan menggunakan cara-cara yang tidak jujur. Tidak akan (ada) money politics," kata Eddy Santana di hadapan kader dan pendukungnya, Selasa (13/11/2012) malam di Desa Karangdalo, Pagaralam.

Eddy Santana bersilaturahmi dan memohon doa kader partai dan masyarakat Kecamatan Dempo Utara.

"Kalau sekadar membantu membeli gula, sudah selayaknya kita bantu. Kita bukan sekadar ingin menang, tapi momentum pemilihan umum menjadi pelajaran politik yang benar, sehingga mengajak masyarakat lebih cerdas," kata Eddy Santana, menjawab pertanyaan warga.

Menjawab pertanyaan pendukungnya, mau dibawa kemana pendukung calon gubernur setelah terpilih nanti, Walikota Palembang ini menegaskan agar masyarakat tidak salah pilih dan terlena dengan janji yang muluk-muluk calon gubernur.

"Yang terpenting, jangan sampai salah pilih. Sehingga gubernur ke depan bisa membawa masyarakat Sumsel lebih maju dan cerdas.

"Kalau gubernurnya memiliki visi membangun rakyat, maka Sumsel akan lebih maju," katanya, seraya memberi contoh bahwa hasil kopi petani Pagaralam, tidak menjual hasil panen, tetapi bagaimana  mengolahan kopi dan menjualnya dengan harga yang lebih baik..

"Saya tidak menjanjikan apa-apa, tetapi mari kita semua, bapak-bapak dan warga Sumsel bekerja keras agar Sumsel lebih maju," katanya.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan protes atas pengalaman Pilkada Gubernur 2008 lalu dan menyebut mereka korban politik, Pilkada Gubernur 2008.

Seorang warga yang bermukim di sekitar situs megalitik, pada Pilkada 2008 lalu dijanjikan membikin peturasan (WC) umum untuk fasilitas tamu saat tertentu mencapai ratusan orang. Tetapi sampai menjelang akhir jabatan gubernur, janji tersebut tak pernah dilaksanakan.

Pertemuan yang berlangsung dalam cuaca dingin dan hujan hingga menjelang tengah malam. Eddy Santana yang akan maju sebagai calon gubernur dari PDIP, menutup pertemuan itu dengan menyanyikan lagu dangdut "Cinta Sampai Disini".

sumber : sripoku.com

Rabu, 14 November 2012

ESP Temui Tokoh Masyarakat Dempo Selatan


Pagaralam - Ketua umum dewan pimpinan daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumsel, Eddy Santana Putra(ESP) (Rabu 14/11/12) bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat desa gunung dempo, kecamatan dempo selatan kota Pagar Alam.

Dalam kesempatan itu ESP mengatakan bahwa sumsel adalah provinsi nomor lima terkaya tapi tingkat pembangunan masih dibawah .

ESP juga mengatakan tak akan berjanji apapun kecuali bekerja keras dan memberikan yang terbaik. "Paling tidak pembangunan di Palembang jadi modal saya "ujar ESP. Sementara Dedy Irawan 40 tahun warga desa gunung dempo pagaralam berharap pembangunan di desa mereka bisa lebih maju sebagai desa wisata di pagaralam. Acara yang sederhana ini diakhiri dengan foto bersma ESP dan warga. (Ander)

MC.PDI-Perjuaangan



Eddy Santana Putra bersilaturahmi dengan warga Kota Lahat.

LAHAT - Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Partai  Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Sumsel, Eddy Santana Putra, Selasa (13/11/2012), bersilaturahmi dengan kader partai dan warga Kota Lahat.
Dalam kunjungan ini Eddy Santana didampingi Ny Eva Santana, disertai Wakil Ketua dan anggota DPRD Sumsel MA Gantada dan Ny Sumiati. "Kalau kepanjangan, panggil ESP jadila (Kalau terlalu panjang namanya, cukup sapa dengan ESP)," kata Eddy Santana saat memperkenalkan diri. .

Walikota Palembang ini, menceritakan tentang kemajuan pembangunan di kota Palembang. "Kalau kota Palembang bisa maju, maka seluruh wilayah Sumsel bisa lebih maju," katanya.
Selain memperkenalkan diri sebagai bakal calon gubernur Sumsel dan memohon doa restu dari warga Kabupaten Lahat. "Saya berharap Lahat, Empatlawang dan Pagaralam memberi dukungan penuh agar saya terpilih menjadi Gubernur Sumsel," katanya.

Pertemuan itu dihadiri anak-anak yatim/piatu penghuni panti asuhan. Eddy Santana juga memimpin doa pada akhir acara.


Senin, 05 November 2012

Mamah Dedeh Tausiyah dari Teras Rumah Panggung

Ustazah Mamah Dedeh Rosyidah (61), memenuhi permintaan warga Desa Limbangjaya, Kecamatan Tanjungbatu, Ogan Ilir. Ia tampil lima menit di teras rumah panggung menghadap ke ratusan warga yang sudah menunggunya sejak pagi.

Di Limbangjaya, Mamah Dedeh yang menyertai kunjungan Ketua PDI-P Sumsel, Eddy Santana Putra, Senin (5/11/2012), disambut hangat warga.
Di desa dijadwalkan hanya istirahat dan makan siang setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam.

Setelah mengucapkan, Mamah Dedeh menyampaikan tausiyah sekitar lima menit. Selain mengingatkan untuk mendirikan shalat, ia mengajak masyarakat memilih calon pemimpin yang amanah dan sudah terbukti hasil kerjanya.

Eddy Santana didampingi Ny H Eva Tuti Alawiyah, hanya singgah untuk makan siang di rumah keluarga Andi Wijaya Busroh, Kepala Dinas Penerangan dan Lampu Jalan Palembang.

Walikota Palembang Eddy Santana, membalas sambutan hangat warga dengan jabatan tangan. Desa Limbangjaya, desa yang terkenal dengan industri perajin besi dan tenun songket.
Warga pampangan semangat menyambut ESP
ESP di elu-elukan warga Pampangan
ESP menyalami warga pampangan yang meng-elu-elukannya
Desa Limbangjaya, sempat menjadi pemberitaan nasional. Akhir Juli 2012 lalu, desa ini diserbu aparat Brimob Polda Sumsel.

Dalam insiden berdarah itu, seorang remaja kelas satu tsanawiyah tewas ditembus peluru aparat di bagian kepala. Sejumlah korban lain, termasuk ibu-ibu terkena tembakan Brimob Polda Sumsel.

Ketika itu, ratusan aparat Brimob bersenjata lengkap melakukan patroli di desa tersebut. Desa ini berada di sekitar arel perkebunan tebu PTPN VII Cinta Manis.

Warga 21 desa di Kecamatan Tanjungbatu, termasuk Desa Limbangjaya, menuntut ganti rugi --atas lahan yang digunakan perusahaan pabrik gula milik negara-- yang dipakai untuk perkebunan tebu.

Sumber : Sripoku.com

Minggu, 04 November 2012

Eddy Santana dan Mama Dedeh Disuguhi Lakso Pampangan


Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra, Minggu (4/11/2012),  disuguhi hidangan makanan khas lakso di rumah kader partai di Desa Pampangan, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir.

Acara makan lakso --mie putih terbuat dari tepung beras disantap pakai kuah santan-- ini merupakan hidangan sisipan walikota Palembang saat menghadiri undangan perkawinan di Pampangan. Eddy Santana, didampingi Ny Eva Santana (bernama asli Ny Hj Tuti Alawiyah) hari ini bertemu dengan kader partai dan simpatisan.

Dalam pertemuan itu, masyarakat mendengarkan tausiyah dari ustazah Mama Dedeh Rosyidah (61), daiyah kondang yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui televisi. Sebelum menuju lokasi pertemuan, Mama Dedeh ikut menikmati sajian lakso. Kuliner yang dinilainya istimewa.

Kunjungan calon gubernur Sumsel ini, Eddy Santana didampingi wakil ketua dan anggota DPRD Sumsel MA Gantada dan Yudha Rinaldi, serta wakil ketua PDI-P Sumsel Ishak Julian Yusuf alias Yan Nadjib.
sumber : sripoku.com

Sabtu, 03 November 2012

ESP: Jalan Tanjung Api-api Harus Dilanjutkan


Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumsel, Eddy Santana Putra, menyatakan bahwa pembangunan Jalan Palembang-Tanjung Api-api, Banyuasin (Sungsang, Selat Bangka) harus dilanjutkan.
"Lima tahun terakhir, penyelesaian pembangunan jalan ke Tanjung Api-api terhenti. Sekarang, justeru rusak parahn," kata Eddy Santana, di hadapan masyarakat Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang, Banyuasin, Sabtu (3/11/2012).

KTM Telang merupakan lokasi eks-transmigrasi Jalur-17 Tanjunglago.
Sepeluh tahun terakhir, telah merasakan manfaat pembangunan jalan TAA. Produksi beras dan pertanian di kawasan Banyuasin sebelah timur ini, dapat diangkut melalui darat. Begitupula akses ke kawasan ini sampai ke Sungsang di muara Sungai Musi, dapat dilalui kendaraan roda dan roda empat. Kondisi jalan TAA yang baik, akan meningkatkan perekonomian. Bukan hanya perkembangan ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga perekonomian Sumsel keseluruhan dan secara nasional.

"Pelabuhan terbuka, batu bara bisa diangkut keluar Sumsel, industri di kawasan ini akan terbuka. Bukan saja industri yang berkembang, tetapi juga kesempatan kerja bagi masyarakat lokal," kata Eddy saat berpidato dan memohon doa restu mencalonkan diri dalam pemeilihan Gubernur Sumsel pada 6 Juni 2012.

Sebelumnya, Mamah Dedeh Rosyidah (61), ustazah ternama, menyampaikan tausiyah. Seraya mengingatkan masyarakat agar pandai-pandai memilih pemimpin. Yakni memilih pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat.

Di sini, Eddy Santana menyampaikan niatnya dan memohon doa restu karena ia akan mencalonkan diri untuk pemilihan gubernur pada 6 Juni 2013 mendatang.

Eddy dan Fungsionaris DPD PDI-Perjuangan Sumsel
Eddy dan Fungsionaris DPD PDI-Perjuangan Sumsel
Dalam silaturahmi itu, Eddy Santana didampingi fungsionaris PDI-P Sumsel dan anggota DPRD MA Gantada dan Yudha Rinaldi (wakil ketua dan sekretaris Komisi IV). Serta Wakil Ketua PDI-P Sumsel Ishak Julian Yusuf alias Yan Nadjib, dan Wakil Sekretaris Usman Effendi SH MH.


Sumber : sripoku.com

Jumat, 02 November 2012

Mamah Dedeh: Pilih Pemimpin yang Amanah dan Telah Terbukti

Ribuan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin menghadiri Tabligh Akbar Mamah Dedeh yang diselenggarakan oleh Yayasan Bunda Eva dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan Ir H Eddy Santana Putra MM di Sport Hall Sekayu, Jumat (2/11/2012).

Selain antusias mendengarkan tausiah dari Mamah Dedeh, masyarakat yang kebanyakan dihadiri oleh ibu ibu berjilbab merah ini juga bersemangat mendengarkan sambutan dari H Eddy Santana Putra yang akan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan periode 2013-2018. "ESP..... bisa, bisa, bisa gubernur," teriak ibu ibu ini.
Dalam sambutannya Eddy bertekad akan lebih memajukan Provinsi Sumatera Selatan kedepannya.
Menurut Eddy meskipun Provinsi Sumsel terkaya kelima dari provinsi lain namun kesejahteraannya masih ada diurutan ke-17 se Indonesia.

Kondisi ini juga yang menguatkan hati Eddy untuk memimpin Sumatera Selatan periode mendatang.

Kepada masyarakat, Eddy meminta untuk mendoakan dan merestui dirinya agar sukses dalam pilkada gubernur yang akan digelar pada bulan Juli 2013 mendatang.    

Sementara itu Mamah Dedeh dalam tausiahnya meminta kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang amanah dan telah terbukti apa yang telah dilakukannya dalam membangun suatu daerah.

"Jangan sembarang pilih pemimpin pilih yang sudah terbukti. Pemimpin itu harus bisa melayani rakyat bukan minta dilayanani rakyat," katanya. 

Langganan