Mega Bakar Semangat Pendukung ESP

"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...

Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...

Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera

SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..

Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...

Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...

Profil H.Eddy Santana Putra

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Rabu, 09 Mei 2012

Eddy Santana Putra Walikota Teladan Se-Asia

Eddy Santana Putra adalah walikota sukses yang tak pernah gembar gembor kesuksesaannya, menurut beliau biar masyarakatlah yang bicara dan menilai tentang dirinya. makanya kini sayapun sebagai masyarakatnya memberikan penilaian atas keberhasilan beliau menjadikan Palembang dari KOta Kumuh menjadi Kota Metropolitan.
Sukses membawa Palembang menjadi kota terkenal dengan segudang prestasinya dari kota yang dulu terkenal dengan gegap gempita kejahatannya adalah suatu yang sangat membanggakan. juga keberhasilan di bidang kebersihan hingga berturut-turut dari 2007 s.d. 2010 mendapatkan rangking satu untuk kota metropolitan terbersih  mengalahkan Jakarta Pusat, Jogja, dll.
Dan pada tanggal 5 Maret 2012, Kota Palembang menorehkan lagi prestasi tingkat dunia dengan menyabet predikat sebagai kota terbersih yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City Award. Penghargaan diterima langsung Walikota Palembang, Eddy Santana Putra di Pnompenh, Kamboja, Senin (5/3/2012).
Masih banyak lagi torehan-torehan prestasi yang diukir oleh Palembang dibawah walikotanya yang keren abiss, gagah, mungkin satu-satunya walikota yang ganteng, he he he…

sumber : http://regional.kompasiana.com/2012/05/09/eddy-santana-putra-walikota-teladan-se-asia/

Jumat, 13 April 2012

Penjaga Pintu Air Diberi Ponsel

Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, menegaskan penanganan banjir Palembang dilakukan sejak delapan tahun lalu. Kalaupun saat ini masih terjadi karena Palembang dulunya kota rawa berdataran rendah.
Banjir Di Depan Kantor Gubernur Sumsel
“Janganlah kita saling menyalahkan. Bukan sebulan dua bulan kami tangani banjir, tapi hampir delapan tahun. Bahkan sekarang ada tiga tim ahli penanganan banjir yang saya datangkan langsung dari Belanda,” kata Eddy, Kamis (12/4).

Diakui ada tiga persoalan pokok yang wajib diketahui, yakni penangangan sampah, pengelolaan saluran drainase hingga pembuatan perda rawa. Pihaknya pun sedang menggalakkan program kali bersih hingga gotong royong tingkat RT/RW. Semua langkah dilakukan untuk penanganan banjir.

“Makanya saya sudah tugaskan agar penjaga pintu air diberikan ponsel. Saya jatah uang pulsa Rp 200 ribu per bulan agar apa pun yang terjadi di lapangan segera diberitahu, sampah menumpuk. Begitu pun saat hujan sehingga komunikasi dan pemantauan kondisi pompa bisa diupdate terus,” tutur dia.

Eddy mengungkapkan itu di hadapan anggota DPD RI yang berkunjung ke ruang Parameswara Pemkot Palembang. Sebelumnya Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, minta Pemkot Palembang untuk menyelesaikan masalah banjir di Palembang, terutama di sekitaran kantor gubernur.

Tanggapan Eddy bernada lugas dan tegas. Sorot mata tajam dengan ucapan yang lantang. Eddy menyebut persoalan banjir di Palembang tidak terlalu mengkhawatirkan. Belum pernah ada korban banjir hingga harus mengungsi sana-sini. Semua masih dalam batas normal.

“Hujan datang, lalu banjir, paling 10-15 menit usai hujan sudah kering. Ini kan satu kemajuan dibanding Palembang tempo dulu. Di seputaran kantor gubernur bahkan kami siagakan dua pompa penyedot air, bayangkan itu,” ucap Eddy.

Dia merinci untuk pembangunan satu pompa butuh investasi tinggi, berkisar Rp 30 miliar. “Dan ini kita punya enam pompa, semua dana diambil dari kantong APBD. Tidak merepotkan atau mengiba-iba bantuan pihak lain. Giliran bagusnya saja provinsi yang mengakui, tapi Palembang hanya kebagian jelek-jeleknya saja. Itu yang tidak saya suka,” kata Eddy.

Sumber : Sripoku.com

Jumat, 02 Maret 2012

Palembang Galakkan Budaya Membaca


Warga di RW 03, Lorong Jaya Laksana, Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang kini punya taman bacaan. Taman yang dinamai Bunda Eva, itu diresmikan oleh Walikota Eddy Santana Putra, Kamis (1/3). Taman bacaan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum Cipta Karya itu berupa bangunan permanen seluas 6 x 6 meter. Di dalam gedung bercat hijau tersebut ada enam rak buku.

“Total ada 1.215 buku, sumbangan dari berbagai pihak,” ujar Kepala Badan Arsip, Perpustakaan, dan Dokumentasi Kota Palembang Tabrani, dalam laporannya. Ia merinci sebanyak 309 eksemplar buku agama, 25 eksemplar buku keterampilan, 304 eksemplar buku pengetahuan umum, dan 857 eksemplar buku bacaan untuk SD hingga SMA.

Ruangan itu dilengkapi pula dengan Internet gratis dan dua komputer untuk mengaksesnya. Fasilitas ini disediakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang. Sesudah peresmian ini, pengelolaan taman bacaan ini diserahkan kepada masyarakat dengan tetap dibina dan diawasi Badan Arsip. Tabrani mengatakan, taman bacaan ini untuk meningkatkan kemampuan baca dan memperdalam wawasan anak-anak di Kelurahan 3-4 Ulu.

Walikota Palembang Eddy Santana Putra menyambut positif keberadaan Taman Bacaan Bunda Eva. “Membaca itu penting untuk meningkatkan kualitas. Apalagi anak-anak ini adalah generasi penerus dan ini juga untuk mendukung sistem pendidikan nasional, membudayakan gerakan membaca,” ujarnya.

Senada Eddy, Eva Santana Putra berharap kehadiran taman bacaan ini bisa memotivasi warga, khususnya anak-anak kian gemar membaca. “Membaca itu gudang ilmu, kita harapkan juga warga 3-4 Ulu bisa menjaga taman bacaan yang sudah diresmikan ini. Jangan sampai bukunya hilang. Nanti Pemkot juga akan menambah jumlah buku di sini,” kata Eva Santana.

Di acara itu, Walikota Palembang Eddy Santana Putra juga memberikan bantuan berupa satu motor sampah dan keranjang sampah bagi masyarakat sekitar. “Ada 100 keranjang sampah. Nanti pembagiannya kita serahkan kepada Lurah. Keranjang ini untuk membiasakan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya,” ujar Kepala Dinas Kebersihan Kota Palembang Kemas Abubakar.

Selain Walikota, ada juga bantuan uang Rp 10 juta dari Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia Sumatera Selatan.
Sumber : http://bakohumas-palembang.com/index.php?module=newsdetail&id=247

Senin, 27 Juni 2011

Pemkot Usulkan Investasi Pendidikan Hingga 200 Millyar


PALEMBANG,- Pendidikan sangatlah penting dizaman sekarang ini, khususnya untuk anak-anak karena ditangan mereka negara ini dikemudian hari Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengusulkan dana investasi bidang pendidikan di APBD 2012 sebesar Rp 200 miliar. Hal itu disampaikan Eddy di rapat paripurna DPRD Palembang beberapa hari yang lalu,
Investasi sebesar Rp 200 miliar itu, kata Eddy, dialokasikan untuk 10 SMP dan 10 SMA di Palembang. Yakni untuk renovasi gedung, penambahan gedung, termasuk pembangunan laboratorium dan perpustakaan.
“Untuk SMA masing-masing mendapatkan kucuran dana sebesar minimal Rp 10 miliar. Untuk SMP minimal Rp 2 miliar setiap sekolah,” jelas Eddy.
Tapi, bisa saja kucuran dana itu lebih besar dari yang ditentukan. Alasannya, “Kebutuhan sekolah berbeda-beda. Tapi ini akan dianalisa lagi,” ujar Eddy.
Menurut dia, investasi pendidikan sangat bermanfaat untuk kemajuan sistem pendidikan itu sendiri. Ini juga merupakan komitmen pemerintah kota dalam mengentaskan wajib belajar 12 tahun.
Oleh sebab itula sambung Eddy, investasi pendidikan ini harus dilaksanakan demi untuk kemajuan anak bangsa kedepannya. “ Usulan investasi ini bertujuan untuk kepentingan pendidikan itu sendiri, yang berguna untuk kemajuan disetiap sekolah,”tungkasnya.
Sumber : www.buanasumsel.com

Rabu, 25 Mei 2011

Eddy Santana Putra : Tidak ada Gudang di Tengah Pemukiman Masyarakat


PALEMBANG, Buanasumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) dalam waktu dekat akan membuat surat edaran kepada pemilik gudang di Kota Bervisi menuju Kota Internasional ini. Surat edaran itu nantinya menjelaskan kepada pemilik, bahwa tak boleh ada gudang di tengah-tengah pemukiman masyarakat.
“Ini menyebabkan terjadinya kesemrawutan lalu lintas dalam Kota Palembang dan akibat negatif lainnya yang bisa ditimbulkan,Peruntukannya harus jelas, kedepan tak boleh lagi sembarangan dan berada di kawasan pemukiman,” ujar Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, kemarin (25/5/11) di Pemkot Palembang. Nantinya, pembangunan terhadap gudang ini akan lebih diperketat lagi dengan surat izin yang dikeluarkan oleh instansi terkait.
“Saat ini kan banyak yang three in one (3 ini 1). Ada gudangnya, tempat tinggal dan lokasi usaha. Ini tak boleh lagi,” tegas Eddy.
Menurut orang nomor satu di Kota Palembang ini, masyarakat yang memiliki lokasi gudang tersebut berangsur-angsur akan dipindahkan. Kapan waktunya, ia mengatakan akan dilakukan secara bertahap.
”Kita sudah sering memberikan himbauan kepada pemilik gudang, namun akan ditingkatkan surat edaran Walikota nantinya. Sehingga, Palembang lebih tertib,” jelas Eddy lagi. Dengan tertibnya gudang tersebut, jelas akan berdampak positif terhadap lalu lintas di Palembang.
Saat ini saja, di kawasan Pasar 16 Ilir dan beberapa titik lokasi gudang banyak dilewati truk-truk besar. Akibatnya, jalan rusak dan memacetkan lalu lintas. Juga dalam bongkar muat yang dilakukan menggunakan badan jalan. ”Jadi, kalau letaknya sudah diatur, mereka punya jalan khusus menuju gudang tersebut yang saling berhubungan, tidak lagi bertumpuk,” tambahnya.
Diungkapkan Eddy, ada beberapa titik yang akan dijadikan lokasi gudang di wilayah Metropolis. Letaknya, tak berada di pusat kota Palembang namun berada di pinggiran Palembang. Yakni, daerah Karya Jaya Kertapati, Gandus, Tanjung Api-Api dan Jl Soekarno Hatta. ”Ke-4 titik ini yang akan dijadikan lokasi gudang barang di wilayah Palembang,” jelas Eddy.
Menurutnya, empat kawasan tersebut menjadi alternatif pilihan karena lokasinya yang jauh dari pemukiman, tak menggangu lalu lintas dan sebagai pengembangan wilayah. Dengan begitu, maka perkembangan wilayah Palembang akan merata.
Sementara Yustianus, Kabid Perdagangan Disperindagkop Palembang mengatakan, jumlah gudang yang ada di wilayah Palembang lebih dari 200. Jumlah ini, termasuk dalam gudang kecil dan besar. Dari jumlah tersebut, yang memiliki tanda daftar gudang hanya sekitar 20 gudang. ”Ke-20 gudang ini, merupakan gudang besar,” jelasnya.
Letaknya, berada di daerah Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Soekarno Hatta, Patal Pusri, pergudangan bandara dan di perbatasan Kota Palembang. ”Memang belum seluruh gudang memiliki tanda daftar gudang ini. Kita harapkan, pemilik gudang mendaftarkna gudangnya untuk pendataan, sehingga realisasi pemindahan gudang diwilayah 4 kawasan yang disebutkan Pak Wali bisa terealisasi secepatnya,” bebernya.
Meurutnya, meski pemilik gudang tak memiliki tanda daftar gudang, namun mereka memiliki izin mendirikan bangunan, Situ dan lainnya. Namun, tetap dihimbau agar mendaftarkan gudang miliknya. Lokasi gudang yang tak terdaftar tersebut, tersebar di tiap kecamatan.

Rabu, 22 September 2010

Adiupaya Puritama Diboyong Palembang Buah Keseriusan Benahi Perumahan


PALEMBANG – Torehan tinta emas kembali digoreskan dalam masa kepemimpinan Eddy Santana Putra. Setelah berhasil menyabet Piala Adipura, Piagam Adiwiyata, dan Plakat Anugerah lingkungan hidup Taman kota terbaik tingkat Nasional di tahun ini, Pemerintahan Kota Palembang untuk pertama kalinya menyabet Piala Adiupaya Puritama kategori pemerintah kota metropolitan. Sehingga di tahun 2010 ini Palembang meraih Quadruple penghargaan tingkat nasional.
Salah satu indikator kuat yang dijadikan acuannya adalah pertumbuhan perumahan yang berkelanjutan dan layak huni yang digembor-gemborkan beberapa tahun terakhir.
Walikota Palembang, Eddy Santana Putra membenarkan jika program perumahan layak huni yang dicanangkan oleh pemerintahan Kota dan Provinsi ini adalah sebagai upaya pemerintah dalam rangka mengurangi areal kumuh yang selama ini menghantui Palembang.
“Perumahan yang layak merupakan salah satu hak warga dan oleh kerenanya sejak awal memang kita berupaya untuk mewujudkan hal tersebut,” terangnya.
Tidak hanya perumahan kelas atas saja yang menjadi priotitasnya dari Pemkot Palembang, perumahan kelas menengah dan bawah pun dipikirkan olehnya dalam sebuah program pembangunan berekelanjutan yang jelas.
“Sekarang ini kita sedang mengusahakan percepatan pembangunan RSH di kawasan 3 dan 4 ulu,” terangnya.
Tidak hanya itu saja, kasiba dan lisiba yang dicanangkan oleh Pemerintah dan juga adanya rencana peremajaan rumah susun dan rencana membangun sejumlah perumahan vertical dibebrapa kawasan merupakan salah satu pendukung.
Asisten II Setda Kota Palembang Apriadi S Busri mengatakan, keberhasilan tersebut diraih karena Palembang dinilai perduli dan fokus membangun rumah murah type 3×6 bagi MBR.
“Petugas dari kementrian rakyat turun langsung ke lapangan selama kurang lebih dua minggu. Kita tidak diberitahu kalau ada petugas yang bakal turun,” terangnya.
Penghargaan di bidang perumahan tersebut sedianya diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi dan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa. Acaranya kemarin malam dimulai pada pukul 18.30 WIB, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan. Palembang Sendiri, menempati juara I, berhasil unggul dari dua pesaing berat lainnya yakni Jakarta Timur dan Pekanbaru.
sumber : http://satriawongjawa.wordpress.com/page/3/

Rabu, 21 Juli 2010

Ir.H. Eddy Santana Putra, MT Ketua Dewan Pengurus HATHI Sumsel


Ketua Umum Pusat  Himpunan Ahli Teknik Hidroulik Indonesia (HATHI) Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE. pada pukul 10.30 wib melantik Kepengurusan HATHI Cabang Sumatera Selatan Periode 2010-2013 bertempat di ruang Rapat Parameswara Kota Palembang Jalan Merdeka No 1 Palembang, Rabu (21/07/10).
Pada acara pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum HATHI Pusat Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE. Sekretaris Umum HATHI Pusat  Dr.Ir.Arei Setiadi Moerwanto,M.Sc, Ketua HATHI Periode 2008-2010 Bistok Simanjuntak dan tampak dihadir sekitar 100 orang dari Kepala Instansi Kota Palembang dan tamu undangan.
Adapun susunan Kepengurusan HATHI Periode 2010-2013 sesuai dengan Surat Keputusan No.06.SK/SET-PUS/VII/2010 tertanggal 13 juli 2010 yang dilantik diantaranya Dewan Pelindung Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Palembang.
Dewan Penasehat Ir.H.Muslimi,BE. Ir.H.A.Gaib Bakri,P.MA dan Ir.H.M.Rusdy HM,DIP.HE.
Dan Dewan Pengurus Ketua Ir.H. Eddy Santana Putra, MT. Wakil Ketua Ir.H.Apriadi.S.Busri,CES. Ir.H.Soekotjo Tri Sulistyo,DIP.HE dan Ir.H.Hendri,ST. Sekretaris Ir.A.Syarifudin,M.Sc Wakil Sekretaris Drs.Ishak Yunus,ST dan Ir.Hj.Ana Heryana,MT dan Bendahara Ir.Agung Priyono,PMA.SDA. Wakil Bendahara Jhony Rohalsyah,ST dan Ir.A.Rivai.
Dalam kata sambutan Ketua Umum HATHI Pusat Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE terkait berkurangnya debid air pada sungai musi dikarenakan pada ulu sungai musi di pakai oleh PLTA “saya rasa Ketua HATHI Cabang Sumatera Selatan  yang sekaligus Walikota  saya yakin sangat mengerti soal air diwilayahnya”
“Saya lihat sekarang pengelolaan air di palembang pada ulu sungai musi dan ilir sungai musi dimana di ulu musi itu airnya diambil untuk PLTA, tapi airnya tidak dikembalikan ke sungai musi tapi airnya dibuang ke bengkulu langsung ke laut” kata Iwan
“Kalau hal ini dibiarkan akan berbahaya dengan berkurangnya debit air sungai musi, dimana debit air ini berfungsi untuk mendorong air asin yang masuk dan kalau air asin ini masuk akan merusak lingkungan dan juga bila air asin ini bisa asuk ke air minum ini akan berpengaruh pada masyarakat”
“Saya rasa ini adalah tantangan untuk HATHI Cabang Sumatera Selatan bagaimanan menyikapi ini dan menjadi program HATHI Cabang Sumatera Selatan untuk memperhatikan debit air sungai musi karma ini sangat berbahaya, jangan sampai air asin sampai ke palembang, itu tugas HATHI Cabang Sumatera Selatan” jelas Iwan.
“Saya mengucapkan selamat kepada kepengurusan yang baru tugas kedepan dapat memberikan masukan kepada pemerintah dan untuk kepengurusan yang lama yang tidak masuk dalam kepengurusan yang baru diharapkan pikiran dan masukkannya” ujar Iwan
Waktu ditemui disela-sela akhir acara pelantikan Ketua HATHI Cabang Sumatera Selatan Periode 2010-2013  sekaligus sebagai Walikota Palembang Ir.H. Eddy Santana Putra,MT terkait pelantikan hari ini mengatakan

Langganan