Mega Bakar Semangat Pendukung ESP

"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...

Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...

Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera

SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..

Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...

Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...

Profil H.Eddy Santana Putra

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Minggu, 26 Agustus 2012

Eddy Santana: Saya Harus Jadi Gubernur


PALEMBANG - Walikota Palembang H Eddy Santana Putra ingin Palembang lebih maju ke depan. Salah satunya dengan mencerdaskan sumber daya manusia melalui pendidikan dan wirausaha.

"Kita tidak punya sumber daya alam. Makanya harus mengembangkan aspek SDM. Dengan SDM yang andal, apa pun yang dipegang bisa jadi uang," ujar Eddy saat menghadiri halal bihalal dengan karyawan SP2J di Terminal Alang-Alang Lebar, Minggu (26/8).

Pada kesempatan itu, Eddy menceritakan perjalanan pembangunan Palembang sejak awal ia menjabat sebagai walikota Palembang.

Mulai dari upaya memajukan PDAM Tirta Musi Palembang yang saat ini nilai investasinya mencapai Rp 700 miliar dengan keuntungan per tahun 60 miliar.

"Gaji satpam saja Rp 4 juta dan Dirut Rp 30 juta," tandasnya.

Selain PDAM juga SP2J yang mengelola banyak aspek seperti Trans Musi dan lainnya.

Eddy menjelaskan, meski Palembang tidak punya sumber daya alam, namun tetap menjadi pusat segala kegiatan di Sumsel.Seluruh jenjang sekolah ada, perguruan tinggi puluhan dan ada di mana-mana.
Palembang juga menjadi pusat kegiatan industri, perdagangan dan pariwisata.

"Nah ini yang harus kita kembangkan. Singapura juga tidak punya sumber daya alam. Tapi mereka bisa menjadi negara kaya raya. Itu karena SDM-nya luar biasa," katanya.
Pada kesempatan ini juga Eddy menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pesta demokrasi pada 2013 mendatang sebagai calon gubernur, Eddy mengatakan, niat mencalonkan diri sebagai gubernur tidak lain untuk memajukan Sumsel. Ia berjanji, jika nanti terpilih pembangunan di Sumsel lebih merata dan Palembang semakin maju.

"Saya harus jadi gubernur untuk lebih berwenang mengawal kebijakan di daerah ini," katanya.
Sumber : http://palembang.tribunnews.com

Kamis, 23 Agustus 2012

Mari Kita Tinggalkan Kebiasaan Nonton Kebakaran


PALEMBANG - Walikota Palembang H Eddy Santana Putra menyinggung kurangnya koordinasi terkait peristiwa kebakaran yang
menimpa puluhan warga di Kelurahan 13 Ilir, 14 Ilir dan Rumah Susun di Jl Radial Palembang beberapa hari lalu.

Eddy mengaku melihat sendiri minimnya koordinasi dalam menanggapi tragedi tersebut. Mulai dari sistem pengaturan lalu lintas, pengendalian masyarakat hingga kurangnya kesadaran masyarakat pada saat terjadi kebakaran.

“Pada saat itu saya berinisiatif untuk turun langsung mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran. Itu karena banyak warga yang datang hanya menonton, padahal itu bisa menghambat kinerja petugas pemadam. Saya ingin ke depan ini dicarikan solusinya,” kata Eddy dalam kesempatan halal bihalal bersama pegawai di lingkungan Pemkot Palembang, Kamis (23/8/2012).

Eddy juga mengimbau agar masyarakat secara keseluruhan dapat mengerti jika kebakaran sedang terjadi.

Bentuk pengertian bisa diwujudkan dengan saling membantu meringankan beban korban kebakaran, termasuk tidak hanya nonton saat kebakaran terjadi. Sebab, selain mengganggu kinerja petugas pemadam kebakaran, itu juga berbahaya bagi keselamatan yang bersangkutan.

“Kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak. Ini kesalahan kita bersama. Dan ke depan ini jangan sampai terjadi lagi. Warga juga demikian. Mari kita hilangkan kebiasaan nonton kebakaran. Itu tidak baik,” kata Eddy.

sumber : http://palembang.tribunnews.com

Pemkot Palembang Bangun 2.599 Unit Rumah Murah Tipe 36


PALEMBANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saat ini tengah mengupayakan pembangunan 2.599 unit rumah murah tipe 36 bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau pekerja di sektor informal seperti buruh, pedagang dan lainnya.

Rumah tersebut dibangun di beberapa kawasan, antara lain di Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Kertapati, Gandus, Alang-alang Lebar, Sematang Borang, dan Kalidoni, dengan harga jual berkisar Rp 50 juta.

“Saat ini sudah dalam proses atau tahap pembangunan. Mudah-mudahan tahun 2013 akhir semua sudah selesai, meskipun Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI sendiri menargetkan 2014. Insya Allah kita kejar,” ujar Walikota Palembang H Eddy Santana Putra saat dibincangi Sripoku.com usai menggelar acara halal bihalal di halaman kantor Pemkot Palembang di Jl Merdeka, Kamis (23/8).
Eddy mengatakan, merealisasikan program rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini, menjadi salah satu impian yang ingin dicapainya selama menjabat sebagai walikota.

Di sisa 11 bulan masa jabatannya setelah dua periode memimpin Palembang, ia ingin menyaksikan masyarakat sudah menempati rumah dimaksud.

Mengenai sistem pembiayaan melalui Kredit Perumahan Rakyat (KPR), Pemkot Palembang telah menunjuk PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) sebagai lembaga penjamin kepada pihak bank.“Rumah ini nantinya lebih murah dibanding rumah pada umumnya. Harganya bisa menjadi sekitar Rp 50 juta–Rp 60 juta per unit,” jelasnya.

Sabtu, 30 Juni 2012

Ketua Umum DPD PDI Perjuangan Lantik 4 PAC PDIP Kota Palembang





PELANTIKAN 4 PAC PDI PERJUANGAN KOTA PALEMBANG

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Eddy Santana Putra mendukung Ketua DPC PDIP Palembang Romi Herton untuk maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Palembang 2013 mendatang.
Namun Wali Kota Palembang tersebut mengingatkan wakilnya itu, untuk selalu memikirkan rakyat dengan menjalani semua perjuangan PDIP. “Saya percaya bahwa kedepan Palembang akan tetap maju dan semakin maju, jika dipimpin oleh kader-kader PDI Perjuangan. Jangan lupa, saya selalu ada untuk mendukung Romi Herton dalam pencalonan Wali Kota Palembang, ”ungkap Eddy Santana Putra, dalam pidato politiknya pada Pelantikan pengurus PAC dan Deklarasi Dukungan Pilkada Palembang untuk Romi Herton dan Pilgub untuk Eddy Santana Putra, di gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC),kemarin sore. 

“PDI Perjuangan selalu mendukung pemimpin yang sudah diusung, tapi jika pemimpin tersebut tidak memikirkan rakyat, maka PDI Perjuangan akan meninggalkan dukungannya,”imbuhnya.

H. Eddy Santana Putra & H. Romi Herton telah melantik Pengurus Anak Cabang & Pengurus Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adapun Pengurus yang dilantik dari kecamatan SU I, SU II, Plaju dan Kertapati. Ir. H. Eddy Santana Putra, MT (Ketua DPD PDIP Sumsel) & H. Romi Herton, SH.MH (Ketua DPC PDIP Kota Palembang) telah menunjukan kinerja mereka sebagai Walikota & Wakil Walikota saat ini, tidak bisa dipungkiri, beberapa kali palembang meraih Piala Adipura, itu salah satu bukti kerjasama Eddy Santana & Romi Herton bersama Masyarakat Palembang. Dengan Pencalonan Eddy Santana (Calon Gubernur Sumsel) & Romi Herton (Calon Walikota Palembang) mereka telah mempersiapkanberbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas masyarakat Sumsel & Palembang.

Rabu, 09 Mei 2012

Eddy Santana Putra Walikota Teladan Se-Asia

Eddy Santana Putra adalah walikota sukses yang tak pernah gembar gembor kesuksesaannya, menurut beliau biar masyarakatlah yang bicara dan menilai tentang dirinya. makanya kini sayapun sebagai masyarakatnya memberikan penilaian atas keberhasilan beliau menjadikan Palembang dari KOta Kumuh menjadi Kota Metropolitan.
Sukses membawa Palembang menjadi kota terkenal dengan segudang prestasinya dari kota yang dulu terkenal dengan gegap gempita kejahatannya adalah suatu yang sangat membanggakan. juga keberhasilan di bidang kebersihan hingga berturut-turut dari 2007 s.d. 2010 mendapatkan rangking satu untuk kota metropolitan terbersih  mengalahkan Jakarta Pusat, Jogja, dll.
Dan pada tanggal 5 Maret 2012, Kota Palembang menorehkan lagi prestasi tingkat dunia dengan menyabet predikat sebagai kota terbersih yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City Award. Penghargaan diterima langsung Walikota Palembang, Eddy Santana Putra di Pnompenh, Kamboja, Senin (5/3/2012).
Masih banyak lagi torehan-torehan prestasi yang diukir oleh Palembang dibawah walikotanya yang keren abiss, gagah, mungkin satu-satunya walikota yang ganteng, he he he…

sumber : http://regional.kompasiana.com/2012/05/09/eddy-santana-putra-walikota-teladan-se-asia/

Jumat, 13 April 2012

Penjaga Pintu Air Diberi Ponsel

Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, menegaskan penanganan banjir Palembang dilakukan sejak delapan tahun lalu. Kalaupun saat ini masih terjadi karena Palembang dulunya kota rawa berdataran rendah.
Banjir Di Depan Kantor Gubernur Sumsel
“Janganlah kita saling menyalahkan. Bukan sebulan dua bulan kami tangani banjir, tapi hampir delapan tahun. Bahkan sekarang ada tiga tim ahli penanganan banjir yang saya datangkan langsung dari Belanda,” kata Eddy, Kamis (12/4).

Diakui ada tiga persoalan pokok yang wajib diketahui, yakni penangangan sampah, pengelolaan saluran drainase hingga pembuatan perda rawa. Pihaknya pun sedang menggalakkan program kali bersih hingga gotong royong tingkat RT/RW. Semua langkah dilakukan untuk penanganan banjir.

“Makanya saya sudah tugaskan agar penjaga pintu air diberikan ponsel. Saya jatah uang pulsa Rp 200 ribu per bulan agar apa pun yang terjadi di lapangan segera diberitahu, sampah menumpuk. Begitu pun saat hujan sehingga komunikasi dan pemantauan kondisi pompa bisa diupdate terus,” tutur dia.

Eddy mengungkapkan itu di hadapan anggota DPD RI yang berkunjung ke ruang Parameswara Pemkot Palembang. Sebelumnya Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, minta Pemkot Palembang untuk menyelesaikan masalah banjir di Palembang, terutama di sekitaran kantor gubernur.

Tanggapan Eddy bernada lugas dan tegas. Sorot mata tajam dengan ucapan yang lantang. Eddy menyebut persoalan banjir di Palembang tidak terlalu mengkhawatirkan. Belum pernah ada korban banjir hingga harus mengungsi sana-sini. Semua masih dalam batas normal.

“Hujan datang, lalu banjir, paling 10-15 menit usai hujan sudah kering. Ini kan satu kemajuan dibanding Palembang tempo dulu. Di seputaran kantor gubernur bahkan kami siagakan dua pompa penyedot air, bayangkan itu,” ucap Eddy.

Dia merinci untuk pembangunan satu pompa butuh investasi tinggi, berkisar Rp 30 miliar. “Dan ini kita punya enam pompa, semua dana diambil dari kantong APBD. Tidak merepotkan atau mengiba-iba bantuan pihak lain. Giliran bagusnya saja provinsi yang mengakui, tapi Palembang hanya kebagian jelek-jeleknya saja. Itu yang tidak saya suka,” kata Eddy.

Sumber : Sripoku.com

Jumat, 02 Maret 2012

Palembang Galakkan Budaya Membaca


Warga di RW 03, Lorong Jaya Laksana, Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang kini punya taman bacaan. Taman yang dinamai Bunda Eva, itu diresmikan oleh Walikota Eddy Santana Putra, Kamis (1/3). Taman bacaan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum Cipta Karya itu berupa bangunan permanen seluas 6 x 6 meter. Di dalam gedung bercat hijau tersebut ada enam rak buku.

“Total ada 1.215 buku, sumbangan dari berbagai pihak,” ujar Kepala Badan Arsip, Perpustakaan, dan Dokumentasi Kota Palembang Tabrani, dalam laporannya. Ia merinci sebanyak 309 eksemplar buku agama, 25 eksemplar buku keterampilan, 304 eksemplar buku pengetahuan umum, dan 857 eksemplar buku bacaan untuk SD hingga SMA.

Ruangan itu dilengkapi pula dengan Internet gratis dan dua komputer untuk mengaksesnya. Fasilitas ini disediakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang. Sesudah peresmian ini, pengelolaan taman bacaan ini diserahkan kepada masyarakat dengan tetap dibina dan diawasi Badan Arsip. Tabrani mengatakan, taman bacaan ini untuk meningkatkan kemampuan baca dan memperdalam wawasan anak-anak di Kelurahan 3-4 Ulu.

Walikota Palembang Eddy Santana Putra menyambut positif keberadaan Taman Bacaan Bunda Eva. “Membaca itu penting untuk meningkatkan kualitas. Apalagi anak-anak ini adalah generasi penerus dan ini juga untuk mendukung sistem pendidikan nasional, membudayakan gerakan membaca,” ujarnya.

Senada Eddy, Eva Santana Putra berharap kehadiran taman bacaan ini bisa memotivasi warga, khususnya anak-anak kian gemar membaca. “Membaca itu gudang ilmu, kita harapkan juga warga 3-4 Ulu bisa menjaga taman bacaan yang sudah diresmikan ini. Jangan sampai bukunya hilang. Nanti Pemkot juga akan menambah jumlah buku di sini,” kata Eva Santana.

Di acara itu, Walikota Palembang Eddy Santana Putra juga memberikan bantuan berupa satu motor sampah dan keranjang sampah bagi masyarakat sekitar. “Ada 100 keranjang sampah. Nanti pembagiannya kita serahkan kepada Lurah. Keranjang ini untuk membiasakan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya,” ujar Kepala Dinas Kebersihan Kota Palembang Kemas Abubakar.

Selain Walikota, ada juga bantuan uang Rp 10 juta dari Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia Sumatera Selatan.
Sumber : http://bakohumas-palembang.com/index.php?module=newsdetail&id=247

Langganan