Mega Bakar Semangat Pendukung ESP

"Tidak ada bagi-bagi uang yang dilakukan kader PDI Perjuangan. Jadi jika ada yang lain (kandidat lain) membagi uang, berarti itu uang hasil korupsi. Suami saya orang Sumsel, jadi aku ni pacak bahaso Palembang, wong kito galo...," ujar mantan presiden kelima RI yang orasi politiknya membakar semangat ribuan warga yang hadir kampanye ESP-WIN...

Megawati : Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Jangan ada dusta diantara kita. Jadi pilih nomor satu dan jangan terjual harga diri kita demi bagi-bagi uang," ujar Megawati...

Ken Zuraida Pentas Di Bawah Ampera

SENIMAN Ken Zuraida, istri almarhum WS Rendra, akan membacakan sejumlah puisi dan orasi budaya di bawah Jembatan Ampera dalam acara “Pentas Seni Suara Rakyat untuk ESP-Win”..

Eddy Santana Putra Teteskan Airmata...

Maklum saja, kedekatan dirinya dengan para ulama sudah terjalin sejak lama. Tak pelak dirinya meneteskan air mata saat melihat langsung jenazah dimandikan...

Profil H.Eddy Santana Putra

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Senin, 27 Juni 2011

Pemkot Usulkan Investasi Pendidikan Hingga 200 Millyar


PALEMBANG,- Pendidikan sangatlah penting dizaman sekarang ini, khususnya untuk anak-anak karena ditangan mereka negara ini dikemudian hari Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengusulkan dana investasi bidang pendidikan di APBD 2012 sebesar Rp 200 miliar. Hal itu disampaikan Eddy di rapat paripurna DPRD Palembang beberapa hari yang lalu,
Investasi sebesar Rp 200 miliar itu, kata Eddy, dialokasikan untuk 10 SMP dan 10 SMA di Palembang. Yakni untuk renovasi gedung, penambahan gedung, termasuk pembangunan laboratorium dan perpustakaan.
“Untuk SMA masing-masing mendapatkan kucuran dana sebesar minimal Rp 10 miliar. Untuk SMP minimal Rp 2 miliar setiap sekolah,” jelas Eddy.
Tapi, bisa saja kucuran dana itu lebih besar dari yang ditentukan. Alasannya, “Kebutuhan sekolah berbeda-beda. Tapi ini akan dianalisa lagi,” ujar Eddy.
Menurut dia, investasi pendidikan sangat bermanfaat untuk kemajuan sistem pendidikan itu sendiri. Ini juga merupakan komitmen pemerintah kota dalam mengentaskan wajib belajar 12 tahun.
Oleh sebab itula sambung Eddy, investasi pendidikan ini harus dilaksanakan demi untuk kemajuan anak bangsa kedepannya. “ Usulan investasi ini bertujuan untuk kepentingan pendidikan itu sendiri, yang berguna untuk kemajuan disetiap sekolah,”tungkasnya.
Sumber : www.buanasumsel.com

Rabu, 25 Mei 2011

Eddy Santana Putra : Tidak ada Gudang di Tengah Pemukiman Masyarakat


PALEMBANG, Buanasumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) dalam waktu dekat akan membuat surat edaran kepada pemilik gudang di Kota Bervisi menuju Kota Internasional ini. Surat edaran itu nantinya menjelaskan kepada pemilik, bahwa tak boleh ada gudang di tengah-tengah pemukiman masyarakat.
“Ini menyebabkan terjadinya kesemrawutan lalu lintas dalam Kota Palembang dan akibat negatif lainnya yang bisa ditimbulkan,Peruntukannya harus jelas, kedepan tak boleh lagi sembarangan dan berada di kawasan pemukiman,” ujar Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, kemarin (25/5/11) di Pemkot Palembang. Nantinya, pembangunan terhadap gudang ini akan lebih diperketat lagi dengan surat izin yang dikeluarkan oleh instansi terkait.
“Saat ini kan banyak yang three in one (3 ini 1). Ada gudangnya, tempat tinggal dan lokasi usaha. Ini tak boleh lagi,” tegas Eddy.
Menurut orang nomor satu di Kota Palembang ini, masyarakat yang memiliki lokasi gudang tersebut berangsur-angsur akan dipindahkan. Kapan waktunya, ia mengatakan akan dilakukan secara bertahap.
”Kita sudah sering memberikan himbauan kepada pemilik gudang, namun akan ditingkatkan surat edaran Walikota nantinya. Sehingga, Palembang lebih tertib,” jelas Eddy lagi. Dengan tertibnya gudang tersebut, jelas akan berdampak positif terhadap lalu lintas di Palembang.
Saat ini saja, di kawasan Pasar 16 Ilir dan beberapa titik lokasi gudang banyak dilewati truk-truk besar. Akibatnya, jalan rusak dan memacetkan lalu lintas. Juga dalam bongkar muat yang dilakukan menggunakan badan jalan. ”Jadi, kalau letaknya sudah diatur, mereka punya jalan khusus menuju gudang tersebut yang saling berhubungan, tidak lagi bertumpuk,” tambahnya.
Diungkapkan Eddy, ada beberapa titik yang akan dijadikan lokasi gudang di wilayah Metropolis. Letaknya, tak berada di pusat kota Palembang namun berada di pinggiran Palembang. Yakni, daerah Karya Jaya Kertapati, Gandus, Tanjung Api-Api dan Jl Soekarno Hatta. ”Ke-4 titik ini yang akan dijadikan lokasi gudang barang di wilayah Palembang,” jelas Eddy.
Menurutnya, empat kawasan tersebut menjadi alternatif pilihan karena lokasinya yang jauh dari pemukiman, tak menggangu lalu lintas dan sebagai pengembangan wilayah. Dengan begitu, maka perkembangan wilayah Palembang akan merata.
Sementara Yustianus, Kabid Perdagangan Disperindagkop Palembang mengatakan, jumlah gudang yang ada di wilayah Palembang lebih dari 200. Jumlah ini, termasuk dalam gudang kecil dan besar. Dari jumlah tersebut, yang memiliki tanda daftar gudang hanya sekitar 20 gudang. ”Ke-20 gudang ini, merupakan gudang besar,” jelasnya.
Letaknya, berada di daerah Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Soekarno Hatta, Patal Pusri, pergudangan bandara dan di perbatasan Kota Palembang. ”Memang belum seluruh gudang memiliki tanda daftar gudang ini. Kita harapkan, pemilik gudang mendaftarkna gudangnya untuk pendataan, sehingga realisasi pemindahan gudang diwilayah 4 kawasan yang disebutkan Pak Wali bisa terealisasi secepatnya,” bebernya.
Meurutnya, meski pemilik gudang tak memiliki tanda daftar gudang, namun mereka memiliki izin mendirikan bangunan, Situ dan lainnya. Namun, tetap dihimbau agar mendaftarkan gudang miliknya. Lokasi gudang yang tak terdaftar tersebut, tersebar di tiap kecamatan.

Rabu, 22 September 2010

Adiupaya Puritama Diboyong Palembang Buah Keseriusan Benahi Perumahan


PALEMBANG – Torehan tinta emas kembali digoreskan dalam masa kepemimpinan Eddy Santana Putra. Setelah berhasil menyabet Piala Adipura, Piagam Adiwiyata, dan Plakat Anugerah lingkungan hidup Taman kota terbaik tingkat Nasional di tahun ini, Pemerintahan Kota Palembang untuk pertama kalinya menyabet Piala Adiupaya Puritama kategori pemerintah kota metropolitan. Sehingga di tahun 2010 ini Palembang meraih Quadruple penghargaan tingkat nasional.
Salah satu indikator kuat yang dijadikan acuannya adalah pertumbuhan perumahan yang berkelanjutan dan layak huni yang digembor-gemborkan beberapa tahun terakhir.
Walikota Palembang, Eddy Santana Putra membenarkan jika program perumahan layak huni yang dicanangkan oleh pemerintahan Kota dan Provinsi ini adalah sebagai upaya pemerintah dalam rangka mengurangi areal kumuh yang selama ini menghantui Palembang.
“Perumahan yang layak merupakan salah satu hak warga dan oleh kerenanya sejak awal memang kita berupaya untuk mewujudkan hal tersebut,” terangnya.
Tidak hanya perumahan kelas atas saja yang menjadi priotitasnya dari Pemkot Palembang, perumahan kelas menengah dan bawah pun dipikirkan olehnya dalam sebuah program pembangunan berekelanjutan yang jelas.
“Sekarang ini kita sedang mengusahakan percepatan pembangunan RSH di kawasan 3 dan 4 ulu,” terangnya.
Tidak hanya itu saja, kasiba dan lisiba yang dicanangkan oleh Pemerintah dan juga adanya rencana peremajaan rumah susun dan rencana membangun sejumlah perumahan vertical dibebrapa kawasan merupakan salah satu pendukung.
Asisten II Setda Kota Palembang Apriadi S Busri mengatakan, keberhasilan tersebut diraih karena Palembang dinilai perduli dan fokus membangun rumah murah type 3×6 bagi MBR.
“Petugas dari kementrian rakyat turun langsung ke lapangan selama kurang lebih dua minggu. Kita tidak diberitahu kalau ada petugas yang bakal turun,” terangnya.
Penghargaan di bidang perumahan tersebut sedianya diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi dan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa. Acaranya kemarin malam dimulai pada pukul 18.30 WIB, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan. Palembang Sendiri, menempati juara I, berhasil unggul dari dua pesaing berat lainnya yakni Jakarta Timur dan Pekanbaru.
sumber : http://satriawongjawa.wordpress.com/page/3/

Rabu, 21 Juli 2010

Ir.H. Eddy Santana Putra, MT Ketua Dewan Pengurus HATHI Sumsel


Ketua Umum Pusat  Himpunan Ahli Teknik Hidroulik Indonesia (HATHI) Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE. pada pukul 10.30 wib melantik Kepengurusan HATHI Cabang Sumatera Selatan Periode 2010-2013 bertempat di ruang Rapat Parameswara Kota Palembang Jalan Merdeka No 1 Palembang, Rabu (21/07/10).
Pada acara pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum HATHI Pusat Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE. Sekretaris Umum HATHI Pusat  Dr.Ir.Arei Setiadi Moerwanto,M.Sc, Ketua HATHI Periode 2008-2010 Bistok Simanjuntak dan tampak dihadir sekitar 100 orang dari Kepala Instansi Kota Palembang dan tamu undangan.
Adapun susunan Kepengurusan HATHI Periode 2010-2013 sesuai dengan Surat Keputusan No.06.SK/SET-PUS/VII/2010 tertanggal 13 juli 2010 yang dilantik diantaranya Dewan Pelindung Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Palembang.
Dewan Penasehat Ir.H.Muslimi,BE. Ir.H.A.Gaib Bakri,P.MA dan Ir.H.M.Rusdy HM,DIP.HE.
Dan Dewan Pengurus Ketua Ir.H. Eddy Santana Putra, MT. Wakil Ketua Ir.H.Apriadi.S.Busri,CES. Ir.H.Soekotjo Tri Sulistyo,DIP.HE dan Ir.H.Hendri,ST. Sekretaris Ir.A.Syarifudin,M.Sc Wakil Sekretaris Drs.Ishak Yunus,ST dan Ir.Hj.Ana Heryana,MT dan Bendahara Ir.Agung Priyono,PMA.SDA. Wakil Bendahara Jhony Rohalsyah,ST dan Ir.A.Rivai.
Dalam kata sambutan Ketua Umum HATHI Pusat Ir.Iwan Nursyirwan,DIP.HE terkait berkurangnya debid air pada sungai musi dikarenakan pada ulu sungai musi di pakai oleh PLTA “saya rasa Ketua HATHI Cabang Sumatera Selatan  yang sekaligus Walikota  saya yakin sangat mengerti soal air diwilayahnya”
“Saya lihat sekarang pengelolaan air di palembang pada ulu sungai musi dan ilir sungai musi dimana di ulu musi itu airnya diambil untuk PLTA, tapi airnya tidak dikembalikan ke sungai musi tapi airnya dibuang ke bengkulu langsung ke laut” kata Iwan
“Kalau hal ini dibiarkan akan berbahaya dengan berkurangnya debit air sungai musi, dimana debit air ini berfungsi untuk mendorong air asin yang masuk dan kalau air asin ini masuk akan merusak lingkungan dan juga bila air asin ini bisa asuk ke air minum ini akan berpengaruh pada masyarakat”
“Saya rasa ini adalah tantangan untuk HATHI Cabang Sumatera Selatan bagaimanan menyikapi ini dan menjadi program HATHI Cabang Sumatera Selatan untuk memperhatikan debit air sungai musi karma ini sangat berbahaya, jangan sampai air asin sampai ke palembang, itu tugas HATHI Cabang Sumatera Selatan” jelas Iwan.
“Saya mengucapkan selamat kepada kepengurusan yang baru tugas kedepan dapat memberikan masukan kepada pemerintah dan untuk kepengurusan yang lama yang tidak masuk dalam kepengurusan yang baru diharapkan pikiran dan masukkannya” ujar Iwan
Waktu ditemui disela-sela akhir acara pelantikan Ketua HATHI Cabang Sumatera Selatan Periode 2010-2013  sekaligus sebagai Walikota Palembang Ir.H. Eddy Santana Putra,MT terkait pelantikan hari ini mengatakan

Selasa, 08 Juni 2010

Walikota : Adipura Kerja Keras Kita Semua


Palembang meraih Adipura lagi tahun ini, untuk kategori Kota Metropolitan Terbersih. Keberhasilan itu melengkapi koleksi tiga anugerah serupa yang didapat berturut-turut pada 2007, 2008, dan 2009.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengaku sangat bangga dengan keberhasilan ini. Apalagi, Palembang menempati peringkat pertama (poin di atas 73), mengungguli kota-kota yang jadi kandidat kuat, seperti Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Surabaya dan Tangerang. Tahun kemarin, Palembang peringkat kedua, di bawah Jakarta Pusat.
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih untuk semua warga Palembang. (keberhasilan) Ini berkat kerja keras kita semua,” kata Eddy Santana, Selasa (8/6).
“Keberhasilan ini harus tetap dipertahankan. Karena, tahun depan kita mengejar Adipura tingkat ASEAN dan Adipura Kencana,” ujarnya.
Adipura ASEAN adalah penghargaa di bidang lingkungan hidup perkotaan di negara-negara Asia Tenggara. Adipura Kencana merupakan penghargaan Adipura tertinggi sekaligus simbol Adipura sepanjang masa untuk kabupaten atau kota yang terbersih di Tanah Air.
Prestasi lingkungan Palembang terus bertambah. Kata Eddy, selain Adipura, Palembang juga dinobatkan sebagai kota dengan Taman Kota Terbaik. Taman kota yang dimaksud yakni Taman Kambang Iwak.
“Kambang Iwak dinilai sebagai taman kota yang benar-benar menjadi paru-paru kota. Suasananya masih asri dan alami,” kata Eddy.
Meski meraih predikat prestisius di bidang lingkungan hidup, orang nomor satu di kota yang bervisi lingkungan bersih, hijau, dan biru, ini menyebut Palembang masih perlu berbenah. Khususnya menata kebersihan di sungai dan saluran drainase.
Eddy mengatakan pemerintah kota akan menganggarkan dana khusus untuk dua hal ini. Pasalnya, dana yang dianggarkan selama ini dinilai belum optimal.
“Ke depan, Palembang harus mampu masuk dalam katagori clean water (sungai bersih),” kata pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau APEKSI ini.
Pun soal pengomposan sampah. Eddy berkata kesadaran warga untuk memisahkan sampah organik dan sampah anorganik, mesti ditingkatkan lagi.
“Nanti, saya harap semua kelurahan bisa melakukan pengolahan sampah sendiri,” katanya.
Ini soal Adipura. Kata Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Palembang Husni Thamrin, piala Adipura rencananya besok akan diarak sejauh 87 kilometer, melintasi kawasan di Seberang Ulu dan Seberang Ilir.
Arak-arakan itu dijadwalkan dimulai dari Bandara SMB II Palembang. Jalan Kolonel H.Burlian, Jl.Sudirman, Veteran, Perintis Kemerdekaan, Yos Sudarso, Simpang Patal, disebutkan Husni adalah beberapa tempat di Seberang Ilir yang bakal dilintasi arak-arakan ini.
Di Seberang Ulu, rombongan pengarak Adipura bakal melaju di Jalan Ahmad Yani, DI Panjaitan, dan seterusnya. Setelah itu kembali ke kantor Wali Kota Palembang.
Tim pengarak, kata Husni, antara lain petugas dari Dinas Kebersihan dan Pemakaman, unsur muspida, Syarofal Anam, rebana, dan barongsai, serta Bujang Gadis Palembang.
Tentang keberhasilan Palembang meraih Adipura empat kali berturut-turut, Husni mengatakan, “Ini harus tetap dipertahankan. Dan, saya harap budaya mencintai kebersihan tidak luntur.
Sumber : http://bulletinmetropolis.com/home/?p=5089

Minggu, 28 Februari 2010

Eddy Santana Putra Pimpin Kembali PDI Perjuangan Sumsel



Hasil Konfrensi Daerah (Komferda) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang di selenggarakan, Minggu (28/02/10) di Ball Room Hotel Navotel Jalan R Sukamto Palembang, bahwa Eddy Santana Putra berhasil terpilih menjadi ketua pimpinan daerah PDIP Provinsi Sumatara Selatan (Sumsel) periode 2010-2015.
Pada acara Konferda Ke III PDI Perjuangan dihadiri sebanyak 15 Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan  kabupaten/kota se Sumsel. Dari ke 15 DPC, 13 DPC PDI Perjuangan  kabupaten/kota yang  telah melakukan Konfercab di daerahnya mendukung Eddy Santana Putra  secara aklamasi dan 2 DPC PDI Perjuangan yakni  Kabupaten OKU dan Kabupaten Musi Rawas  belum melaksanakan Konfercab dan mereka hanya sebagai Peninjau.
Hasil Konferda Ke III PDI Perjuangan Periode 2010-2015, juga menghasilkan  susunan kepengurusan DPD PDI Perjuangan Sumsel yaitu untuk Ketua DPD PDI Perjuangan Eddy Santana Putra, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Darmadi Djufri, Sekretaris DPD PDI Perjuangan M.A.Gantada dan untuk Bendahara DPD PDI Perjuangan Ikman Goring.
Eddy Santana Putra ketua DPD PDI Perjuangan  periode 2010-2015  mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, untuk kembali memimpin pada periode 2010-2015.”Saya yakin dengan kepengurusan yang baru ini terdiri dari  orang-orang muda yang Insya Allah dalam agenda-agenda pokok di tingkat kabupaten/kota dan provinsi dapat dilaksanakan oleh Pengurus DPD yang baru,”ujarnya.

Rabu, 30 Desember 2009

Eddy Santana Putra: Sering Macet Jalan Kol.H.Burlian Diperlebar


Walau pesta bangsa-bangsa Asia Tenggara (Sea Games) masih dua tahun lagi, namun pemerintah kota (Pemkot) Palembang mulai mempersiapkan diri. Untuk kelancaran akses dari bandara menuju pusat kota dengan memperluas Jalan H Burlian dari simpang Tanjung Api-Api hingga KM 5.  Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, mengatakan perluasan jalan Kol  H Barlian dirasakan sudah sangat mendesak bukan karena Sea Games saja melainkan jalan tersebut sudah macet disebabkan banyak kendaraan. Dengan adanya pelebaran akan memperlancar arus lalu lintas dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin
(SMB) II ke kota atau sebaliknya. “Sekarang kan dua jalur untuk tiga kendaraan, tapi nanti bertambah menjadi 4-5 mobil dalam satu jalurnya,” jelas Eddy Santana Putra.
Untuk memperlancar arus transportasi saat Sea Games, pemerintah juga merencanakan membangun fly over di Simpang RS RK Charitas dan simpang Jakabaring serta menjadikan RS Bari sebagai rujukan Sea Games mendatang. Guna menghadapi tamu-tamu yang datang dari berbagai negara, pemerintah akan menertibkan berbagai kawasan kumuh seperti pasar besi buruk Cinde, pasar Burung dan kawasan Masjid Lama. Pedagang-pedagang ini akan ditempatkan di satu tempat di seputaran Jakabaring.
Walikota juga mengajak pemilik modal menginvestasikan dana untuk membangun objek wisata di sepanjang Sungai Musi dari Pulokerto hingga Pulau Kemarau. Begitu pula dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) membuat suvenir khas dan berkualitas untuk dijual kepada atlit dan para tamu lainnya. “Semua elemen akan dilibatkan dalam menghadapi pesta dua tahunan ini. Sama seperti saat PON tempo hari. Saya mengharapkan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Sea Games XXVI nanti,” kata Eddy.

Langganan